“SOTR Berujung Tangis: Jalan Ditutup, Anak Diamankan, Orang Tua Bersimpuh Saat Dipulangkan”

Jaringannasional.com – Kota Bekasi.

Dalih “sahur on the road” kembali berubah menjadi ironi. Aksi penutupan jalan di malam sahur Ramadan 1447 H di wilayah Jatimakmur, Pondok Gede, tak hanya memicu penindakan aparat, tetapi juga menyisakan pemandangan haru—orang tua yang tak kuasa menahan tangis saat anaknya dipulangkan dari kantor polisi.

Polsek Pondok Gede bersama jajaran Polres Metro Bekasi Kota dan Polda Metro Jaya, dibantu Polwan Presisi, bergerak cepat mengamankan para pemuda yang terlibat.

Aktivitas yang semula diklaim sebagai tradisi sahur bersama, berubah menjadi gangguan nyata bagi masyarakat karena menutup akses jalan dan mengancam keselamatan pengguna jalan lain.

Di Aula Kantor Kelurahan Jatimakmur, suasana mendadak hening saat proses pemulangan berlangsung. Satu per satu orang tua datang, menyaksikan langsung anak mereka yang sebelumnya diamankan.

Tangis pecah. Rasa malu, khawatir, dan penyesalan bercampur jadi satu.Beberapa orang tua bahkan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian.

Mereka mengaku tersadar dan berjanji akan melakukan pembinaan berkelanjutan di rumah agar anak-anak mereka tidak kembali terjerumus dalam aktivitas serupa.“Kami terima kasih kepada pihak kepolisian. Ini jadi pelajaran besar bagi kami.

Ke depan, kami akan lebih ketat mengawasi dan membina anak kami,” ungkap salah satu orang tua dengan suara bergetar.Namun di balik suasana haru itu, aparat tetap berdiri pada garis tegas.

Kapolsek Pondok Gede KOMPOL Bambang menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar pembinaan, melainkan peringatan keras.“Jangan tunggu orang tua menangis baru sadar. Jalan umum bukan tempat uji keberanian.

Ini pelanggaran serius. Hari ini kami masih beri ruang pembinaan, tapi jika terulang, hukum akan kami tegakkan tanpa kompromi,” tegasnya.Upaya pencegahan sebenarnya telah dilakukan jauh hari.

Para Bhabinkamtibmas sudah turun langsung ke masyarakat, memberikan imbauan kepada tokoh-tokoh dan kelompok pemuda agar tidak melakukan konvoi maupun kegiatan serupa.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya pembangkangan.Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Ramadan yang seharusnya menjadi bulan refleksi justru diwarnai pelanggaran yang berujung penyesalan.

Dan ketika tangis orang tua pecah di ruang pembinaan, pesan itu menjadi sangat jelas—kelalaian hari ini bisa berujung penyesalan esok hari.

Yusup Bahtiar.