Jaringannasional.com [ PALEMBANG ] – Menjawab kebutuhan pendidikan kejuruan yang semakin kompetitif di era digital, SMKN 1 Palembang resmi mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan skema seleksi yang transparan, terukur, dan berbasis kompetensi.
Sekolah yang mengusung visi “Welcome to Smart School in Smart City” tersebut memastikan seluruh proses penerimaan peserta didik baru akan berjalan sesuai regulasi Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan akuntabilitas.
Plt Kepala SMKN 1 Palembang, Susi Febrianti, mengatakan bahwa tahun ini sekolah membuka empat jalur penerimaan untuk menjaring calon siswa sesuai potensi dan latar belakang masing-masing.
“Kami mengikuti aturan tetap dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Ada empat jalur penerimaan yang dibuka, yakni jalur afirmasi, domisili, prestasi, dan tes bakat minat,” ujar Susi Febrianti saat memberikan keterangan resmi.
Menurutnya, seluruh tahapan penerimaan telah disusun secara sistematis agar memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik.
Tahap Pertama Dimulai Akhir Mei
Pelaksanaan SPMB di SMKN 1 Palembang akan dibagi menjadi dua tahapan utama dengan mekanisme pendaftaran yang dapat dilakukan secara daring maupun langsung di kampus sekolah yang berlokasi di Jalan Letnan Jaimas No.100 Palembang.
Untuk tahap pertama, sekolah membuka jalur afirmasi, domisili, dan prestasi mulai 25 Mei hingga 4 Juni 2026. Hasil seleksi tahap ini dijadwalkan diumumkan pada 6 Juni 2026.
Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon siswa dari keluarga kurang mampu maupun penyandang disabilitas dengan kuota minimal 15 persen dari total daya tampung. Sementara jalur domisili dialokasikan maksimal 10 persen berdasarkan kedekatan tempat tinggal dengan sekolah.
Selanjutnya, tahap kedua akan difokuskan pada seleksi tes bakat dan minat. Pendaftaran dibuka pada 15–18 Juni 2026, kemudian dilanjutkan pelaksanaan tes pada 22–23 Juni 2026 dan hasil akhir diumumkan pada 25 Juni 2026.
Sediakan 504 Kursi untuk 6 Program Keahlian
Pada tahun ajaran baru ini, SMKN 1 Palembang menyediakan total daya tampung sebanyak 504 siswa yang terbagi dalam 14 rombongan belajar (rombel).
Jumlah tersebut disesuaikan dengan kapasitas ruang belajar dan kebutuhan pembelajaran efektif setelah pada tahun sebelumnya sekolah meluluskan 483 siswa dari 15 rombel.
Adapun rincian kuota enam program keahlian yang dibuka untuk kelas X meliputi:
Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis: 4 rombel (144 siswa)
Akuntansi dan Keuangan Lembaga: 4 rombel (144 siswa)
Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi: 2 rombel (72 siswa)
Pemasaran: 2 rombel (72 siswa)
Broadcasting dan Perfilman (Produksi Film): 1 rombel (36 siswa)
Desain Komunikasi Visual (DKV): 1 rombel (36 siswa)
Salah satu jurusan yang menjadi perhatian tahun ini adalah Broadcasting dan Perfilman atau Produksi Film. Susi menegaskan bahwa program tersebut bukan program baru ataupun percobaan, melainkan jurusan yang telah berjalan dan menghasilkan lulusan.
“Jurusan Produksi Film itu bukan baru tahun ini. Kami bahkan sudah meluluskan satu angkatan dan hasilnya cukup baik. Jadi masyarakat tidak perlu ragu,” katanya.
Tes Kesehatan Jadi Syarat Penunjang Praktik Kerja
Selain seleksi administrasi dan akademik, sejumlah program keahlian juga mewajibkan calon siswa mengikuti tes kesehatan internal sebagai bagian dari kesiapan praktik kejuruan.
Tes tersebut meliputi pemeriksaan buta warna hingga kemampuan membaca, khususnya bagi jurusan yang membutuhkan ketelitian visual dan kesiapan teknis saat praktik lapangan.
Menurut pihak sekolah, pemeriksaan tersebut bukan untuk mempersulit calon siswa, melainkan sebagai langkah antisipasi agar proses pembelajaran dan praktik industri dapat berjalan optimal.
“Kami ingin memastikan siswa yang masuk benar-benar sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan jurusan yang dipilih,” ujar Susi.
Imbau Orang Tua Patuhi Jalur Sesuai Ketentuan
Manajemen sekolah juga mengimbau para orang tua dan wali murid agar mengikuti seluruh mekanisme penerimaan sesuai aturan yang berlaku serta tidak memaksakan jalur tertentu apabila syarat administrasi tidak terpenuhi.
“Kalau memang memenuhi syarat jalur afirmasi, silakan mendaftar di jalur tersebut. Semua sudah diatur sesuai ketentuan dan kuota,” tegasnya.
Ia menambahkan, sekolah berkomitmen menjaga konsistensi daya tampung sesuai ketetapan yang telah ditentukan pemerintah guna menjaga kualitas proses belajar mengajar.
“Harapan kami penerimaan berjalan tertib dan sesuai daya tampung. Kami ingin siswa yang masuk memang berdasarkan minat dan kompetensinya. Jika kuota ditetapkan empat kelas, maka tetap empat kelas. Semua kami jalankan sesuai prosedur resmi,” pungkasnya. (DNL)












