Turun Gunung! Kades Saefulloh Sebar Staf dan Babinsa, Pimpin Kerja Bakti Serentak di Desa Cijengkol

Jaringannasional.com [ CIJENGKOL ] – Semangat gotong royong terpancar di Desa Cijengkol pada Sabtu (18/4/2026). Mulai pukul 08.00 WIB, warga secara serentak melaksanakan kerja bakti besar-besaran untuk membersihkan lingkungan, mulai dari area jalan hingga normalisasi selokan guna memastikan aliran air lancar dan bebas dari sumbatan sampah.

​Kegiatan ini bertujuan utama untuk menjaga kesehatan masyarakat dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi seluruh warga.

​Ada yang berbeda pada aksi bersih-bersih kali ini. Kerja bakti dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Desa Cijengkol. Kepala Desa Cijengkol, H.A. Saefulloh, menginstruksikan seluruh jajaran staf desa, Babinsa, hingga Bimaspol untuk terjun langsung ke lapangan.

​Setiap lingkungan didampingi oleh dua orang staf desa yang berbaur langsung dengan warga. Pola ini diterapkan tidak hanya untuk efektivitas pembersihan, tetapi juga untuk memupuk kembali nilai-nilai positif seperti:

  • Semangat Gotong Royong: Mempererat kerja sama antarwarga.
  • Kerukunan: Menciptakan interaksi positif antara aparat desa dan masyarakat.
  • Kekeluargaan: Memperkuat hubungan harmonis di tingkat lingkungan.

​H.A. Saefulloh menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi aktif semua pihak.

​”Luar biasa sekali. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan staf desa, para Ketua RT/RW, tokoh pemuda, dan seluruh warga yang terlibat. Kerja bakti adalah kewajiban kita bersama agar lingkungan tetap bersih. Dampaknya langsung pada kenyamanan kita hari ini dan warisan yang baik untuk anak cucu kita kelak,” ujar Saefulloh

​Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi warga dalam menjaga keindahan lingkungan terus meningkat secara berkelanjutan.

​Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah dua jam beraksi, wajah Desa Cijengkol tampak berubah drastis. Lingkungan terlihat lebih bersih, rapi, dan terang karena rumput liar yang sebelumnya rimbun telah dipangkas habis.(Ajie)