Songsong Usia 5 Abad, Gubernur Pramono Canangkan HUT ke-499 Jakarta di Koridor Rasuna Said

Jaringannasional.com [ ​JAKARTA ] – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5). Momentum ini sekaligus menandai dimulainya “Gerakan Pilah Sampah” sebagai langkah strategis menuju transformasi Jakarta sebagai kota global.

​Dalam sambutannya, Pramono menjelaskan bahwa pemilihan Jalan H.R. Rasuna Said sebagai lokasi pencanangan memiliki makna simbolis. Kawasan ini tengah mengalami perombakan besar-besaran, termasuk pembersihan 109 tiang monorel yang sempat terbengkalai selama hampir dua dekade akibat kendala hukum.

​”Hampir 20 tahun tiang monorel itu mengganggu estetika dan tidak tersentuh. Berkat dukungan penuh dari aparat penegak hukum, kejaksaan, hingga KPK, sengketa tersebut akhirnya tuntas. Kini kawasan ini kita bangun kembali sebagai ikon baru Jakarta,” ujar Pramono.

​Penataan koridor Rasuna Said mengusung konsep complete street. Proyek ini meliputi:

​Pelebaran trotoar yang ramah bagi pejalan kaki dan disabilitas.

​Pembangunan jalur sepeda dan revitalisasi halte.

​Perbaikan sistem drainase dan pembaruan penerangan jalan umum (PJU).

Pramono menargetkan seluruh proses penataan wajah baru jalan yang diambil dari nama pahlawan nasional asal Padang tersebut akan rampung pada bulan depan.

​Selain pembangunan fisik, Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatian serius pada isu lingkungan melalui Deklarasi Gerakan Pilah Sampah bertajuk “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih”. Pramono menekankan bahwa persoalan sampah hanya bisa selesai jika warga terlibat aktif memilah sampah sejak dari sumbernya (rumah tangga).

​Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. Ia menyatakan bahwa inisiatif Jakarta akan menjadi model dalam penyusunan peta jalan (roadmap) penanganan sampah nasional.

​”Jakarta telah mendahului langkah kita. Beberapa gagasan dari Jakarta akan kami adopsi dan sinkronkan agar dalam dua tahun ke depan, persoalan sampah di seluruh Indonesia dapat teratasi secara sistematis,” kata Jumhur.

​Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa sampah rumah tangga merupakan tantangan besar dalam mencapai swasembada pangan dan energi. Ia menyebut pemerintah telah memangkas birokrasi untuk mempercepat proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

​”Pemerintah kini menetapkan tarif tunggal untuk menarik minat pengembang PSEL. Target kita, pada 2027 penanganan sampah mencapai 50 persen, dan pada Mei 2028, masalah di TPST Bantargebang diharapkan tuntas melalui teknologi insinerator dan waste to energy,” pungkas Zulkifli. (Editor: Nizar Sumber: Humas DKI Jakarta)