Bentengi Sumsel dari Narkoba Lintas Provinsi, Polda Seleksi 17 “Komandan” Baru

Jaringannasional.com [ PALEMBANG ] – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) resmi menabuh genderang reformasi birokrasi di tubuh korps Bhayangkara. Melalui Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM), sebanyak 17 perwira terpilih menjalani uji kompetensi ketat untuk memperebutkan posisi strategis sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) Tahun Anggaran 2026.

​Uji kompetensi yang berlangsung di Gedung Promoter SDM pada Kamis (26/2/2026) ini bukan sekadar formalitas. Langkah ini merupakan strategi besar Polda Sumsel untuk memastikan garda terdepan pemberantasan narkotika di tingkat Polres diisi oleh figur yang bersih, tangguh, dan kompeten.

​Polda Sumsel kini meninggalkan pola lama. Melalui Sistem Merit, jabatan Kasatresnarkoba kini ditentukan oleh kualitas individu, bukan sekadar masa kerja. Empat metode pengujian canggih diterapkan untuk menguliti kemampuan para calon, yaitu:

  • Case Analysis: Menguji ketajaman analisa kasus.
  • Leaderless Group Discussion (LGD): Menilai kepemimpinan dan kerja tim tanpa sekat jabatan.
  • Behavioral Event Interview (BEI): Membedah rekam jejak perilaku dan integritas.
  • Psikometri: Mengukur stabilitas mental dan karakter.

​Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa seleksi ketat ini adalah harga mati. Mengingat Sumsel kerap menjadi jalur krusial peredaran narkoba lintas provinsi, dibutuhkan pimpinan yang tidak bisa “dibeli” dan memiliki manajerial yang mumpuni.

​“Assessment Center ini adalah mekanisme objektif. Kita ingin memastikan mereka yang memimpin satuan narkoba benar-benar memiliki integritas dan kapasitas yang sesuai dengan tuntutan zaman,” tegas Nandang.

​Proses yang berlangsung marathon dari pagi hingga sore hari ini dipantau langsung oleh Karo SDM Polda Sumsel. Hal ini menjamin bahwa seluruh tahapan berjalan transparan tanpa intervensi pihak luar.

​Dengan diterapkannya sistem ini, Polda Sumsel optimistis efektivitas penegakan hukum akan meningkat tajam. Harapannya, para komandan baru yang terpilih nantinya mampu memutus rantai peredaran gelap narkoba hingga ke akar-akarnya di wilayah Sumatera Selatan.(DNL)