Menuju “Satu Kadin untuk Bekasi Keren”, Mukota ke 6 Kadin Kota Bekasi Siap Digelar Awal Mei 2026

Jaringannasional.com ​[ BEKASI ] – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi bersiap menyelenggarakan Musyawarah Kota (Mukota) ke 6 untuk memilih kepengurusan baru periode 2021-2026. Momentum ini mengusung misi besar persatuan dengan tagline “Satu Kadin untuk Bekasi Keren”, sebagai simbol berakhirnya dinamika organisasi dan peleburan seluruh elemen pengusaha di Kota Bekasi.

​Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KADIN Jl Raya Narogong Rawalumbu Bekasi pada Selasa (21/04/2026), Ketua Organizing Committee (OC) Aji alisahbana didampingi Sekretaris Steering Committee (SC) Tuti sariningsih dan Bendahara OC Rapdahaniati mengumumkan bahwa tahapan pendaftaran peserta dan bakal calon (balon) ketua telah resmi ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Dalam keterangannya ​Sekretaris SC Tuti sariningsih mengungkapkan bahwa hingga batas waktu berakhir, terdapat satu nama yang secara resmi mendaftarkan diri.

​”Sampai dengan penutupan pendaftaran tanggal 21 April pukul 16.00 WIB, tercatat satu orang yang mendaftar sebagai kandidat Ketua Kadin Kota Bekasi, yaitu Saudara QRS,” jelasnya.

​Selain pendaftaran bakal calon, tercatat sebanyak 60 anggota berKartu Tanda Anggota (KTA) telah terdaftar sebagai peserta Mukota. Seluruh berkas pendaftaran, baik peserta maupun bakal calon, selanjutnya akan diverifikasi dan dikirimkan ke Kadin Jawa Barat untuk mendapatkan persetujuan.

​Lebih lanjut Aji menyampaikan bahwa pelaksanaan Mukota yang semula direncanakan pada 27 April 2026, akan digeser ke awal Mei untuk memastikan persiapan yang lebih maksimal.

“Insyaallah pelaksanaan Mukota akan dilakukan sekitar 7 Mei 2026. Kami menyesuaikan dengan jadwal Walikota Bekasi yang pada prinsipnya telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Mukota ini,” ungkap Ketua Aji

​Menanggapi isu dualisme yang sempat beredar, Aji menegaskan bahwa saat ini Kadin telah solid dan bersatu. Kepanitiaan Mukota kali ini merupakan gabungan dari berbagai pihak yang sebelumnya berbeda pandangan.

​”Sebenarnya tidak ada dualisme. Berdasarkan Munas di pusat dan tingkat Jawa Barat, Kadin itu satu. Di Kota Bekasi pun hari ini sudah melebur menjadi satu kesatuan kepanitiaan bersama. Saya menyebutnya ini adalah Panitia Persatuan,” tegasnya.

​Tagline “Satu Kadin untuk Bekasi Keren” dipilih untuk menegaskan bahwa mulai saat ini tidak ada lagi pengotakan organisasi. Semua pelaku usaha bernaung di bawah payung hukum yang sama sesuai Undang-Undang dan Keputusan Presiden.

​Kadin menegaskan bahwa tidak ada sistem penunjukan dalam menentukan ketua. Forum tertinggi tetap berada pada Musyawarah Kota. Jika hanya ada calon tunggal yang lolos verifikasi dari Kadin Jawa Barat, maka forum Mukota akan melakukan musyawarah mufakat untuk menetapkan kelayakan calon tersebut.

​Mengenai kriteria, Ketua OC Aji menekankan aspek keadilan dan inklusivitas: ​Wajib Memiliki KTA Aktif: Baik peserta maupun calon ketua harus memiliki badan usaha yang terdaftar, Terbuka untuk Semua Skala Usaha: Kadin tidak hanya milik pengusaha besar atau konglomerat, serta ​Kontribusi Nyata: Calon ketua akan dinilai berdasarkan rekam jejak (track record) serta pokok pikiran dalam membangun ekonomi Bekasi.

​”Kadin adalah mitra strategis pemerintah. Kami ingin melahirkan pengurus yang menjadi pelaku penting dalam ekonomi Kota Bekasi, bukan sekadar penonton. Semua anggota, mulai dari pelaku UMKM hingga pengusaha besar, memiliki hak dan kewajiban yang sama,” tutup Ketua Aji. (Nizar p)