Tekan Harga Pakan, Bapanas Salurkan 7.700 Ton Jagung SPHP bagi Peternak di Magetan

Jaringannasional.com [ ​MAGETAN ]– Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi memulai penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Magetan, Sabtu (9/5). Langkah ini diambil sebagai intervensi nyata pemerintah pusat dan daerah dalam merespons tingginya biaya pakan yang dikeluhkan oleh para peternak ayam petelur (layer).

​Sebanyak 7.700 ton jagung dialokasikan untuk membantu keberlangsungan usaha peternak mandiri di wilayah tersebut. Penyaluran perdana secara nasional ini ditandai dengan pemberangkatan armada pengangkut dari Gudang Bulog Gulun, Kecamatan Maospati.

​Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa program ini menyasar peternak skala mikro, kecil, hingga menengah yang paling terdampak fluktuasi harga pasar.

​”Penyaluran jagung SPHP ini memang sangat dibutuhkan oleh para peternak layer mandiri. Berbeda dengan skema tahun lalu, kali ini program akan dibuka terus hingga akhir tahun tanpa ada batasan waktu tertentu,” ujar Maino.

​Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan transparan, proses distribusi dilakukan melalui mekanisme berikut:

​Melalui Koperasi: Jagung disalurkan kepada lima koperasi peternak di Magetan, termasuk Koperasi Pindar Petelur Nasional (PPN) dan Koperasi Produsen Ternak Rakyat Magetan.

​Sistem Aplikasi: Proses penebusan dan pendataan menggunakan aplikasi digital yang didampingi langsung oleh Perum Bulog.

​Tujuan: Menjamin seluruh distribusi tercatat secara akurat dan akuntabel.

​Intervensi ini menjadi krusial mengingat kondisi pasar saat ini yang dinilai tidak ideal bagi peternak. Di saat harga jagung sebagai bahan baku pakan melonjak, harga telur di pasaran justru cenderung mengalami penurunan.

​Bupati Magetan, Nanik Sumantri, yang turut hadir dalam peluncuran tersebut berharap bantuan ini dapat meringankan beban operasional peternak lokal. Kehadiran program SPHP diharapkan mampu menyeimbangkan harga pakan di tingkat peternak sekaligus menjaga stabilitas harga telur di tingkat konsumen.
Editor: Nizar
Sumber: prokopim Magetan