KOTA BEKASI —jaringannasional.comPembangunan keluarga tak selalu dimulai dari ruang rapat atau gedung pemerintahan. Di Kota Bekasi, gerakan itu kembali ditegaskan dari tempat yang lebih sederhana: rumah.
Pesan tersebut mengemuka dalam puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Kota Bekasi melalui gelaran “Semarak Keluarga Tangguh Tahun 2026” di Grand Galaxy Function Hall, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang digelar TP PKK Kota Bekasi berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi itu mempertemukan jajaran pemerintah, kader PKK, serta sejumlah unsur penggerak keluarga dari berbagai wilayah.
Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto, Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi, serta para kader PKK dari seluruh kecamatan hadir dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah pimpinan TP PKK dari daerah lain di Jawa Barat juga turut hadir, antara lain Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Ketua TP PKK Kabupaten Bekasi, Ketua TP PKK Kota Bogor, Ketua TP PKK Kota Cirebon, Ketua TP PKK Kota Sukabumi, serta perwakilan Ketua TP PKK Kota Depok.
Mengusung tema “Semarak Keluarga Tangguh, PKK Bergerak, Indonesia Maju”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Panggung peringatan diisi dengan pertunjukan, peluncuran karya, inovasi pembelajaran, hingga penghargaan bagi kader.
Kader PKK dari sejumlah kecamatan bahkan saling menunjukkan kreativitas melalui penampilan yel-yel. Kekompakan menjadi bahasa yang mudah dipahami—dan sesekali panggung dibuat seramai ruang keluarga ketika semua anggota keluarga sedang berkumpul.
Selain yel-yel, rangkaian acara diisi unjuk bakat kader dan unsur terkait, teatrikal Duta Genre, serta peluncuran lagu PUSPAGA Kota Bekasi.
Pesan yang dibawa cukup serius: ketahanan keluarga, pengasuhan, perlindungan anak, serta penciptaan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Dari Al-Qur’an Digital hingga “Ratu Kali Bagasasi”
Salah satu inovasi yang diperkenalkan TP PKK Kota Bekasi adalah Al-Qur’an Digital dengan metode Yatsir.
Inovasi tersebut diarahkan sebagai sarana pembelajaran bagi kader PKK untuk mempelajari Al-Qur’an, termasuk menghafal, memahami, dan memaknai kandungannya.
Pemanfaatan teknologi digital diharapkan membuat proses pembelajaran lebih mudah diakses dan dilakukan secara praktis serta terarah.
Pada kesempatan yang sama, Wiwiek Hargono Tri Adhianto yang juga Bunda Literasi Kota Bekasi meluncurkan karya komik dan novel “Ratu Kali Bagasasi”.
Karya tersebut mengangkat sejarah, cerita, dan budaya Kota Bekasi dalam format yang lebih dekat dengan pembaca masa kini.
Versi komik mengandalkan kekuatan visual untuk menyampaikan cerita secara komunikatif. Sementara versi novel memberikan ruang lebih luas bagi pengembangan alur, latar, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Karya itu direncanakan dapat ditempatkan di berbagai Perpustakaan Mini dan Taman Baca yang tersebar di Kota Bekasi. Ke depan, distribusinya juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui jaringan toko buku.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa literasi lokal tidak harus selalu hadir dalam bentuk buku sejarah yang tebal. Cerita tentang Bekasi pun dapat masuk melalui komik, novel, dan ruang baca yang lebih akrab bagi anak-anak.
Wiwiek: Semua Gerakan Berawal dari Rumah
Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengatakan peringatan Hari Keluarga Nasional menjadi pengingat bahwa berbagai gerakan pembangunan pada dasarnya berawal dari keluarga.
“Tema kita hari ini adalah Semarak Keluarga Tangguh, PKK Bergerak, Indonesia Maju. Hari Keluarga Nasional mengingatkan kita bahwa semua gerakan itu berawal dari rumah. Mari kita mulai dari keluarga kita masing-masing, dari rumah yang penuh kasih sayang, lingkungan yang sehat dan aman bagi anak-anak, serta nilai gotong royong yang kita tanamkan kepada generasi penerus,” ujar Wiwiek.
Menurut dia, keluarga mempunyai posisi penting dalam membentuk karakter, menciptakan lingkungan sehat, sekaligus menanamkan nilai positif kepada generasi penerus.
Karena itu, penguatan ketahanan keluarga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, PKK, masyarakat, dan berbagai unsur terkait.
Kader PKK dan Kerja yang Sering Tak Terlihat
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap para kader PKK Kota Bekasi yang selama ini menjalankan berbagai program sekaligus mendampingi masyarakat di tingkat keluarga.
Menurutnya, kedekatan kader dengan masyarakat membuat gerakan PKK bersentuhan langsung dengan unit terkecil pembangunan, yakni keluarga.
Sebagian kerja kader, kata dia, mungkin tidak selalu terlihat di ruang publik. Namun, hasilnya dapat dirasakan keluarga dan masyarakat.
“PKK hadir dekat dengan keluarga dan turut bergerak langsung di tengah masyarakat. Banyak pekerjaan kader yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi hasilnya memberikan dampak dan manfaat nyata. Mari kita terus menjaga kebersamaan dan memperkuat semangat pengabdian untuk keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.
Pesan itu sekaligus menempatkan kader bukan sekadar pelaksana kegiatan, melainkan bagian dari mata rantai pemberdayaan keluarga di tingkat masyarakat.
Tri Adhianto: Pembangunan Tak Berhenti di Infrastruktur
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pelayanan publik.
Menurut dia, pembangunan manusia juga harus menjadi perhatian, dan proses tersebut bermula dari keluarga.
Keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter, menanamkan kepedulian, kebersamaan, serta mempersiapkan generasi yang berkualitas.
Karena itu, ketahanan keluarga perlu diperkuat secara bersama-sama.
Tri juga mengapresiasi peran TP PKK dan seluruh kader yang terus bergerak melalui berbagai program pemberdayaan keluarga.
Ia berharap kolaborasi Pemerintah Kota Bekasi, TP PKK, DPPKB, kader, dan masyarakat terus diperkuat sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga.
Dari Tasyakuran hingga Penghargaan Kader
Semarak Keluarga Tangguh 2026 juga dirangkai dengan Tasyakuran Puncak Hari Keluarga Nasional tingkat Kota Bekasi.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika para kader PKK yang berulang tahun pada September turut mendapat perhatian. Perayaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi sekaligus ruang kebersamaan bagi para kader.
Penghargaan juga diberikan melalui pemasangan dan pemberian tanda mata prestasi kepada kader dari berbagai wilayah yang menunjukkan prestasi maupun dedikasi dalam gerakan PKK.
Panggung kemudian semakin hidup melalui persembahan angklung dan paduan suara yang membawakan lagu Gerak PKK.
Penyanyi Nia Daniaty juga tampil sebagai bintang tamu dan mendapat sambutan meriah dari peserta.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang berbagai lomba kader PKK tingkat Kota Bekasi.
Kategori lomba yang diumumkan meliputi Lomba Kreatif, Inovatif dan Kolaborasi (Kreasi PKK), Lomba Penampilan Yel-Yel Terbaik, Lomba Pengelolaan Media Sosial PKK Tingkat Kota Bekasi, Lomba Video “Ayah Hadir”, Lomba Cipta Menu, serta Lomba Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Kota Bekasi.
Beragam perlombaan tersebut menjadi ruang bagi kader untuk memperlihatkan kreativitas, inovasi, kekompakan, sekaligus kemampuan mengembangkan program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan keluarga.
Pada akhirnya, Semarak Keluarga Tangguh 2026 membawa satu pesan yang sederhana: pembangunan kota tidak hanya dibangun dari beton, jalan, dan gedung.
Ada keluarga yang menjadi fondasinya.
Dan dari rumah-rumah itulah karakter, kepedulian, literasi, kesehatan, serta masa depan generasi Kota Bekasi dipersiapkan.













