Jaringannasional.com – Kota Bekasi.
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2026, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Rakyat Kota Bekasi, Nanang Kosim, menyampaikan pesan kebangsaan sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar agenda tahunan atau seremoni untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa persatuan merupakan kekuatan utama dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan sejahtera.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang diusung Nanang Kosim dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, yakni “Bersatu, Bergerak, Berkarya untuk Indonesia Maju.”
Pesan tersebut mengandung makna penting bahwa kemajuan bangsa tidak dapat diwujudkan hanya melalui wacana dan harapan. Diperlukan persatuan, gerakan nyata, serta karya dan kontribusi dari seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus kepemimpinan bangsa.
Menurut semangat yang terkandung dalam Sumpah Pemuda, perbedaan suku, agama, bahasa, budaya, maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan yang memperkokoh persaudaraan dan memperkuat identitas bangsa Indonesia.
Secara historis, Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ikrar tersebut menegaskan tekad para pemuda untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Semangat persatuan yang lahir dari Kongres Pemuda II itu menjadi bagian penting dari proses panjang perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Hingga kini, nilai-nilai Sumpah Pemuda tetap relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Perkembangan teknologi informasi, arus globalisasi, perubahan sosial, serta derasnya penyebaran informasi di media digital menuntut generasi muda untuk semakin bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Dalam konteks tersebut, semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menjaga kerukunan di lingkungan masyarakat, menghormati perbedaan pendapat, menangkal informasi bohong atau hoaks, hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Generasi Muda Harus Menjadi Penggerak Perubahan
Nanang Kosim, selaku Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Bekasi, membawa pesan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman. Mereka perlu mengambil bagian dalam berbagai ruang pembangunan, baik melalui pendidikan, kewirausahaan, pengembangan teknologi, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, maupun berbagai bentuk pengabdian sesuai kemampuan masing-masing.
Kota Bekasi sebagai salah satu wilayah perkotaan dengan dinamika masyarakat yang tinggi juga membutuhkan keterlibatan generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan, hingga pembentukan karakter dan budaya gotong royong.
Keterlibatan pemuda di tingkat lingkungan, kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota dapat menjadi kekuatan untuk mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Namun, semangat perubahan tersebut harus disertai tanggung jawab. Kebebasan berpendapat perlu berjalan beriringan dengan etika, toleransi, dan penghormatan terhadap hak orang lain.
Dengan demikian, generasi muda dapat menjadi kekuatan konstruktif yang tidak hanya berani menyampaikan aspirasi, tetapi juga mampu menawarkan solusi dan terlibat dalam pelaksanaannya.
Bersatu, Bergerak, dan Berkarya untuk Indonesia Maju
Tema atau pesan “Bersatu, Bergerak, Berkarya untuk Indonesia Maju” menekankan tiga nilai yang saling berkaitan.
Bersatu berarti memperkuat persaudaraan dan menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan membangun kesepahaman bahwa kepentingan bangsa dan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan yang memecah belah.
Bergerak berarti tidak berhenti pada gagasan. Persatuan harus diwujudkan melalui partisipasi aktif, kepedulian sosial, keberanian melakukan perubahan positif, serta keterlibatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, berkarya berarti menghasilkan sesuatu yang nyata dan bermanfaat. Karya tersebut tidak harus selalu berskala besar. Inisiatif membantu masyarakat, mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, menjaga lingkungan, serta mendukung pendidikan dapat menjadi bentuk kontribusi yang berarti bagi kemajuan bangsa.
Ketiga nilai tersebut saling melengkapi. Persatuan menjadi fondasi, gerakan menjadi langkah, dan karya menjadi hasil yang dapat dirasakan manfaatnya.
Semangat inilah yang perlu terus ditanamkan agar peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak berhenti pada slogan, tetapi menjadi dorongan untuk membangun budaya kerja sama, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
Mendorong Kepedulian terhadap Masyarakat
Dalam kehidupan bermasyarakat, semangat kepemudaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap warga yang membutuhkan perhatian. Pemuda dapat mengambil peran dalam kegiatan kemanusiaan, membantu kelompok rentan, mendukung pendidikan anak-anak, serta berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial, solidaritas menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat. Kepedulian yang dilakukan secara konsisten dapat membangun hubungan sosial yang lebih erat sekaligus menumbuhkan kepercayaan di antara warga.
Partisipasi tersebut juga membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar mengenai kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat, pemuda dapat memahami kebutuhan warga sekaligus menyumbangkan gagasan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Bagi organisasi kemasyarakatan maupun partai politik, momentum Hari Sumpah Pemuda juga dapat menjadi ruang refleksi untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat serta mendorong kegiatan yang memberikan manfaat nyata.
Dalam konteks ini, pesan persatuan dan karya perlu diterjemahkan menjadi program yang berorientasi pada kepentingan publik, dilaksanakan secara bertanggung jawab, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Momentum Memperkuat Komitmen Kebangsaan
Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa masa depan Indonesia merupakan tanggung jawab bersama.
Pemerintah, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas kepemudaan, serta masyarakat secara umum memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang berintegritas, produktif, dan berdaya saing.
Pemuda juga perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan potensi, serta berpartisipasi dalam proses pembangunan. Dukungan terhadap pendidikan, peningkatan keterampilan, kesempatan berusaha, dan kegiatan sosial menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Di sisi lain, generasi muda diharapkan tidak melupakan akar sejarah perjuangan bangsa. Kemerdekaan dan persatuan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang menuntut pengorbanan, keberanian, dan tekad untuk mengutamakan kepentingan bersama.
Karena itu, semangat Sumpah Pemuda perlu terus dihidupkan melalui tindakan sehari-hari, bukan hanya pada setiap peringatan 28 Oktober.
Nanang Kosim: Persatuan Harus Diwujudkan dalam Tindakan Nyata
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Nanang Kosim, Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Bekasi, mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai persatuan sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pesan “Bersatu, Bergerak, Berkarya untuk Indonesia Maju” menjadi pengingat bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya.
Kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan program berskala nasional, tetapi juga oleh tindakan nyata masyarakat di lingkungan masing-masing. Semangat gotong royong, kepedulian terhadap sesama, kejujuran, dan kemauan untuk bekerja sama merupakan bagian penting dalam membangun bangsa yang kuat.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antargenerasi. Pengalaman generasi terdahulu perlu menjadi pelajaran, sementara kreativitas dan inovasi generasi muda harus mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dengan kolaborasi yang baik, perbedaan dapat dikelola menjadi kekuatan, tantangan dapat dihadapi bersama, dan gagasan dapat diwujudkan menjadi karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, makna Sumpah Pemuda tidak hanya terletak pada pengulangan ikrar bersejarah, tetapi pada kesediaan setiap warga negara untuk menjaga persatuan dan mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan Indonesia.
Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
Bersatu, Bergerak, Berkarya untuk Indonesia Maju.
Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia.
YB













