Komisi IV DPRD Bekasi Bongkar Catatan Persiapan Porprov, Ego Sektoral Jadi Sorotan

BEKASI | jaringannasional.com — Komisi IV DPRD Kota Bekasi menggelar rapat evaluasi bersama Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, Rabu (4/11/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan persiapan, sejumlah kekurangan teknis, serta berbagai tantangan dalam penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, menilai berbagai dinamika dan kekurangan dalam persiapan kegiatan berskala besar merupakan hal yang wajar. Meski demikian, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan Porprov dapat berjalan lebih baik.

“Namanya hajatan besar pasti ada gap-nya, ada loop-nya, tidak mungkin berjalan sepenuhnya smooth. Pasti ada kekurangan yang harus ditingkatkan dan diperbaiki lagi,” ujar Adelia usai rapat.

Evaluasi Publikasi dan Penguatan Media Sosial

Salah satu perhatian Komisi IV DPRD Kota Bekasi adalah pengawasan terhadap materi publikasi sebelum disebarluaskan kepada masyarakat. Termasuk di dalamnya konten berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang sempat menjadi sorotan publik.

Menurut Adelia, proses pemeriksaan dan pengawasan terhadap materi komunikasi publik perlu diperkuat agar informasi yang disampaikan benar-benar mencerminkan kesiapan panitia.

Selain itu, ia mendorong PB Porprov untuk meningkatkan interaksi atau engagement rate melalui media sosial resmi, seperti Instagram dan TikTok. Hal tersebut dinilai penting karena masyarakat saat ini semakin banyak mengakses informasi melalui platform digital.

“Kita sudah tidak ngomongin masalah venue lagi, rasanya sudah terlambat kalau membahas itu saat ini. Yang harus ditingkatkan sekarang adalah bagaimana caranya membawa User Generated Content (UGC) dan engagement lebih banyak. PB Porprov harus menyajikan konten-konten menarik agar masyarakat luas makin tertarik,” jelasnya.

Minta Ego Sektoral Dikesampingkan

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah koordinasi ant perangkat daerah dalam mengatasi kendala teknis di lapangan. Adelia mencontohkan gangguan fasilitas listrik dan pendingin ruangan (AC) saat pertandingan cabang olahraga Muay Thai.

Ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak menjadi ajang saling melempar tanggung jawab antarorganisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, seluruh unsur pemerintah daerah harus memiliki tanggung jawab bersama dalam menyukseskan Porprov XV Jawa Barat 2026.

“Ini bukan lagi soal ‘ini punya Dispora’ atau ‘ini punya Disparbud’. Ini adalah hajatan milik Kota Bekasi dan seluruh warga Jawa Barat. Saya cuma minta tolong ego sektoralnya diturunkan, dan komunikasi antardinas ditingkatkan,” tegasnya.

Kendati demikian, Adelia menilai berbagai kekurangan yang muncul tidak serta-merta dapat dijadikan alasan untuk menyebut panitia tidak profesional. Ia mengingatkan bahwa Kota Bekasi kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah puluhan tahun.

Menurutnya, kerja keras panitia yang telah mempersiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan hingga larut malam patut diapresiasi. Namun, evaluasi tetap diperlukan agar kualitas pelaksanaan semakin meningkat.

“Ibarat acara pernikahan, pasti ada saja hal yang tertinggal atau kurang. Panitia sudah bekerja keras bahkan sampai malam. Kita patut mengapresiasi upaya mereka. Harapannya, paling tidak saat pembukaan nanti, ‘wajah’ kesiapan Kota Bekasi sudah jauh lebih upgrade dan siap,” tambahnya.

Dorong UMKM dan Optimistis Target Juara Umum

Selain aspek teknis penyelenggaraan, Komisi IV DPRD Kota Bekasi juga mendorong agar keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lebih dimaksimalkan.

Adelia berharap publikasi serta ruang partisipasi bagi pelaku UMKM dapat diperluas sehingga penyelenggaraan Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat Kota Bekasi.

Di sisi lain, DPRD Kota Bekasi tetap optimistis kontingen tuan rumah mampu meraih prestasi maksimal dan memenuhi target juara umum.

“Dengan segala keterbatasan yang ada, kita tetap usahakan yang terbaik. Tadi cabang Muay Thai baru menyumbang tambahan dua medali lagi, mudah-mudahan cabor-cabor lain segera menyusul untuk merealisasikan target Juara Umum,” pungkasnya.

Red/JN/NZR