BEKASI — jaringannasional.ccom–Alun-Alun Wisma Asri, Bekasi Utara, menjadi ruang gotong royong sekaligus tempat warga menyampaikan kebutuhan lingkungan. Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Teluk Pucung bersama PAC PDI Perjuangan Bekasi Utara menggelar kerja bakti kebersihan dan bakti sosial, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Ketua PAC PDI Perjuangan Bekasi Utara Haikal Habibi Rahman, Ketua Ranting PDI Perjuangan Teluk Pucung Hermanto, perwakilan Lurah Teluk Pucung, serta warga dan perwakilan RW 10, RW 11, RW 12, dan RW 13 Teluk Pucung.
Sejak kegiatan dimulai, jajaran PDI Perjuangan bersama masyarakat bergotong royong membersihkan sejumlah titik di kawasan Alun-Alun Wisma Asri. Aktivitas tersebut diarahkan tidak sekadar untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga mendorong kesadaran bersama agar fasilitas publik tetap terawat.
Di sela kegiatan, komunikasi antara pengurus partai dan warga berkembang menjadi ruang penjaringan aspirasi. Sejumlah persoalan lingkungan disampaikan warga, terutama menyangkut kebutuhan fasilitas di tingkat RW.
Di RW 11, misalnya, warga menyampaikan kebutuhan pembaruan pagar Sekretariat RW. Sementara dari RW 10, muncul aspirasi mengenai kebutuhan fasilitas Posyandu.
Ketua PAC PDI Perjuangan Bekasi Utara Haikal Habibi Rahman mengatakan, penyampaian aspirasi secara langsung penting untuk mengetahui kebutuhan warga dari dekat.
Menurut dia, berbagai aspirasi yang dihimpun selanjutnya dapat menjadi bahan perhatian untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku.
“Harapannya warga masyarakat bisa menjaga kebersihan dan fasilitas lingkungan yang sudah ada, karena itu akan jadi lingkungan yang lebih rapi dan terawat,” ujar Habibi.
Bagi warga, kerja bakti menjadi momentum untuk turun langsung membersihkan lingkungan. Bagi pengurus, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan mendengar persoalan yang tidak selalu terlihat dari balik meja.
Keterlibatan warga dari RW 10 hingga RW 13 juga menunjukkan bahwa urusan lingkungan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih. Ketika sapu dan alat kebersihan sudah disimpan, pekerjaan berikutnya adalah memastikan aspirasi yang muncul tidak ikut tersapu begitu saja.
Kegiatan di Alun-Alun Wisma Asri itu pun mempertemukan dua kebutuhan yang berjalan beriringan: lingkungan yang bersih dan komunikasi yang terbuka. Gotong royong menjadi pintu masuk, sementara aspirasi warga menjadi catatan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang tersedia.













