TANGERANG | jaringannasional.com — Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Bareskrim Polri dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengamankan seorang warga negara Taiwan berinisial YCY beserta barang bukti 1,16 ton ketamin dalam pengungkapan kasus penyelundupan narkotika jaringan internasional yang dikenal sebagai kasus Kapal Medan.
Penjemputan tersangka dan barang bukti dilakukan di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/10/2026), sekitar pukul 16.00 WIB. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari operasi gabungan yang berhasil membongkar penyelundupan ketamin melalui jalur laut di perairan Tanjung Balai Asahan.
Dalam kasus yang melibatkan kapal tanker MT Global 168 itu, YCY diduga berperan sebagai pengendali pengiriman narkotika. Petugas menyita 58 karung berwarna hijau yang berisi 1.160 bungkus ketamin hidroklorida (Ketamin HCl) dengan total berat mencapai 1,16 ton.
Barang tersebut ditemukan tersembunyi di ruang pompa atau pump room kapal. Temuan ini menjadi bagian penting dalam pengungkapan dugaan penyelundupan narkotika lintas negara melalui jalur perairan Indonesia.
Analisis Pergerakan Kapal hingga Pengungkapan Kasus
Keberhasilan operasi tersebut didukung penguatan analisis dan pengawasan oleh BNN melalui penyelidikan bersama atau joint investigation dengan instansi terkait.
Petugas juga memanfaatkan data Automatic Identification System (AIS) untuk memetakan pergerakan kapal MT Global 168 yang dinilai mencurigakan. Pemantauan dilakukan sejak kapal berada di kawasan Laut Andaman hingga terdeteksi di perairan Tanjung Balai Asahan.
Koordinasi antarlembaga menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi pola pergerakan kapal dan menelusuri dugaan keterlibatan jaringan internasional dalam pengiriman narkotika tersebut.
BNN menegaskan, pengungkapan ini tidak berhenti pada penindakan terhadap tersangka dan penyitaan barang bukti. Penelusuran jaringan yang terlibat juga menjadi bagian penting untuk mengungkap mata rantai peredaran gelap narkotika lintas negara.
BNN Perketat Pengawasan Perbatasan Laut
Di kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol. Drs. S. Adri Irniadi, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengawasan terhadap jalur-jalur perbatasan laut Indonesia akan terus diperkuat.
Dalam wawancara virtual dengan Nusantara TV, Adri menyampaikan bahwa pengawasan pintu masuk penyelundupan narkotika dilakukan secara intensif, disertai peningkatan kerja sama dengan negara lain untuk memperkuat pertukaran informasi.
Ia menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan pimpinan untuk mengantisipasi masuknya narkotika melalui berbagai jalur penyelundupan.
Menurut Adri, tantangan pemberantasan narkotika saat ini tidak hanya berasal dari jaringan yang memasok barang dari luar negeri. Aparat juga harus mewaspadai perkembangan produksi narkotika ilegal di dalam negeri.
“Di samping itu, kami juga meningkatkan kerja sama antarnegara untuk pertukaran informasi,” ujar Adri.
Ia menambahkan, sejumlah pengungkapan laboratorium narkotika ilegal atau clandestine laboratory di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan bahwa sindikat mulai mengembangkan kemampuan memproduksi narkotika di dalam negeri.
“Kita tidak hanya menangkal dari luar, tetapi kami juga mengantisipasi ancaman dari dalam negeri,” katanya.
Membongkar Jaringan, Mempersempit Ruang Gerak Sindikat
Pengungkapan kasus Kapal Medan menjadi pengingat bahwa jalur laut masih menjadi salah satu titik rawan penyelundupan narkotika lintas negara. Karena itu, pengawasan perairan, pertukaran informasi intelijen, serta koordinasi lintas instansi dan negara menjadi elemen penting dalam memutus rantai peredaran gelap narkotika.
BNN bersama aparat penegak hukum terkait berkomitmen memperkuat upaya pemberantasan narkotika, baik melalui penindakan terhadap jaringan penyelundupan internasional maupun pengungkapan produksi ilegal di dalam negeri.
Penanganan perkara ini diharapkan dapat membantu mengungkap jaringan yang lebih luas dan mempersempit ruang gerak sindikat narkotika yang mengancam masyarakat.
#WarOnDrugsForHumanity
Red/nzr
Dok BNN RI













