Jaringannasional.com, Bekasi – Gerakan Rakyat Kota Bekasi (GR kota Bekasi) menyatakan duka cita yang mendalam atas musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, mengakibatkan hilangnya korban jiwa serta kerugian harta benda.
Nanang Kosim, selaku Ketua Gerakan Rakyat Kota Bekasi, menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis ini. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara. Semoga para korban yang meninggal dunia diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.
Dugaan Kuat Akibat Deforestasi
Dikutip dari Walhi Sumatera Utara, banjir parah ini disinyalir tidak terlepas dari aktivitas penebangan hutan yang masif di Bukit Barisan. Indikasi kuat ini diperkuat dengan ditemukannya banyak gelondongan kayu yang ikut hanyut terseret arus sungai dan menerjang pemukiman warga di wilayah terdampak.
Data Korban Sementara
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Polda Sumatera Utara dan pemerintah kabupaten/kota terdampak, total korban tewas kini mencapai 32 orang.
Wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Langkat, Pakpak Bharat, Kota Padang Sidempuan, Sibolga, dan Gunung Sitoli. Dari seluruh wilayah tersebut, Tapanuli Selatan tercatat sebagai daerah dengan jumlah korban jiwa terbanyak, yaitu 15 orang.
Sumber: Kompas.com (Data Korban)













