Perkuat Karakter Politik, Partai Gerakan Rakyat Gelar Kelas Kader Se-Jawa Tengah

​Jaringannasional.com PURBALINGGA – Momentum penguatan ideologi berlangsung khidmat di Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuran Mas, Purbalingga, pada Minggu (12/4/2026). Sebanyak 635 peserta yang merupakan representasi pengurus dari 35 DPD Kabupaten/Kota serta anggota Gerakan Rakyat se-Jawa Tengah berkumpul untuk mengikuti Kelas Kader Partai Gerakan Rakyat (PGR).

​Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PGR, Sahrin Hamid, sebagai mentor utama bagi para kader di wilayah Jawa Tengah.

​Dalam sesi materinya, Sahrin Hamid menilik kembali perjalanan panjang organisasi ini. Ia mengingatkan bahwa Gerakan Rakyat bermula dari organisasi massa yang dideklarasikan pada 27 Februari 2025. Transformasi menjadi partai politik secara resmi diputuskan dalam Rakernas I di Jakarta pada 18 Januari 2026 lalu.

​”PGR bukan sekadar partai biasa; ia adalah manifestasi dari semangat gotong royong untuk menciptakan iklim politik yang benar-benar memihak pada kepentingan rakyat,” tegas Sahrin di hadapan ratusan kader.

Landasan Moral: Panca Dharma & Prinsip Organisasi

​Pilar utama dalam pendidikan politik kali ini berfokus pada pembentukan karakter kader melalui Panca Dharma, yang meliputi:

  • Religiusitas: Landasan spiritual dalam setiap langkah.
  • Nasionalisme Kerakyatan: Patriotisme yang menyentuh akar rumput.
  • Kersa Ksatria: Kedisiplinan dan keberanian bersikap.
  • Kasih Sayang: Empati sebagai basis pergerakan.
  • Integritas Moral: Kejujuran sebagai pondasi perjuangan.

​Selain karakter personal, Sahrin juga menekankan lima nilai organisasional yang menjadi identitas PGR, yaitu Musyawarah Mufakat, Gotong Royong, Transparansi, Meritokrasi, dan Egalitarianisme. Prinsip terakhir, yakni Egalitarianisme, ditegaskan sebagai upaya menghapus sekat-sekat kasta politik di dalam internal partai.

​Sebagai penutup rangkaian acara, para peserta menerima Sertifikat Kader Gerakan Rakyat. Sertifikat ini bukan sekadar tanda partisipasi, melainkan simbol tanggung jawab moral untuk mengimplementasikan nilai-nilai partai di tengah masyarakat.

​Sahrin berharap, melalui pendidikan kader yang intensif ini, para pengurus di Jawa Tengah mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang konsisten dan berintegritas.

​”Ini adalah langkah kita membentuk karakter. Kita ingin memastikan setiap kader tetap di jalur yang benar dalam memperjuangkan hak-hak rakyat,” pungkasnya.(Editor: Nizar p)