Jaringannasional.com [JAKARTA] 2 Januari 2026 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat melontarkan kecaman keras terkait serangkaian aksi teror yang menyasar sejumlah aktivis dan tokoh publik di penghujung tahun lalu. Rentetan intimidasi ini dinilai sebagai sinyal bahaya bagi iklim demokrasi di tanah air.
Beberapa nama yang dilaporkan menjadi korban intimidasi dan teror antara lain aktivis Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, serta sejumlah figur publik dan pemikir kritis seperti Virdian Aurellio, Sherly Annavita, hingga DJ Donny.
Wakil Ketua Umum Gerakan Rakyat, Yusuf Lakaseng, menegaskan bahwa kejadian yang menimpa para aktivis dan influencer tersebut bukanlah kebetulan semata, melainkan pola sistematis untuk menciptakan rasa takut.
”Kami menilai kejadian ini sebagai serangan serius terhadap fundamen demokrasi kita. Ini adalah upaya nyata untuk membungkam kebebasan berbicara dan berekspresi di Indonesia,” ujar Yusuf dalam keterangan resminya.
Yusuf menambahkan bahwa ketika suara-suara kritis mulai dibalas dengan teror fisik maupun psikis, maka kualitas demokrasi sebuah negara sedang dipertaruhkan. Ia mendesak agar negara tidak tinggal diam melihat fenomena ini.
Gerakan Rakyat menuntut pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas motif dan dalang di balik aksi teror tersebut. Menurut mereka, pembiaran terhadap kasus-kasus seperti ini akan menjadi preseden buruk yang melegitimasi kekerasan dalam ruang diskursus publik.
Gerakan rakyat juga minta pihak kepolisian Memberikan perlindungan bagi setiap warga negara yang menyuarakan aspirasi kritis. Menjamin ruang digital dan ruang fisik yang aman bagi aktivis serta influencer.
“Negara harus hadir untuk menjamin keamanan setiap warga negaranya, terutama mereka yang berani bersuara demi perbaikan bangsa. Jangan biarkan hukum rimba mengalahkan hukum negara,” tutup Yusuf Lakaseng.












