Hikmah Puasa Ramadhan 1447 H: Momentum Penyucian Jiwa dan Penguatan Kepedulian Sosial Oleh DPC Partai Gerakan Rakyat Pondok Gede.

KOTA BEKASI — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Ketua DPC Partai Gerakan Rakyat Kecamatan Pondok Gede, Toyib Hadiwijaya, bersama Sekretaris , Dr. (HC) Ustadz Fahmi Al-Rasyid, S.Pd., M.M, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh kader, simpatisan, dan masyarakat.Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah madrasah kehidupan—tempat jiwa ditempa, kesabaran diuji, dan keikhlasan diperdalam.

Dalam bulan yang penuh rahmat ini, setiap insan diajak untuk kembali kepada fitrah: membersihkan hati dari kesombongan, menundukkan ego, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Toyib Hadiwijaya menegaskan bahwa puasa mengajarkan arti pengendalian diri. Ketika seseorang mampu menahan diri dari hal yang halal di siang hari, maka ia seharusnya lebih mampu menjauhi segala yang dilarang sepanjang hidupnya.

Dari sinilah lahir pribadi yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab—nilai-nilai yang juga penting dalam kehidupan bermasyarakat.“Ramadhan adalah momentum memperbaiki diri sekaligus memperbaiki lingkungan sekitar.

Puasa harus melahirkan kepedulian sosial dan semangat berbagi,” ujarnya.Senada dengan itu, Dr. (HC) Ustadz Fahmi Al-Rasyid menyampaikan bahwa hikmah terbesar puasa adalah lahirnya rasa empati.

Rasa lapar yang dirasakan menjadi jembatan batin untuk memahami penderitaan kaum dhuafa. Karena itu, Ramadhan mengajarkan solidaritas, memperbanyak sedekah, dan memperkuat ukhuwah. Menurutnya, Ramadhan juga merupakan bulan turunnya Al-Qur’an—bulan cahaya petunjuk.

Maka selain meningkatkan ibadah, umat Islam diharapkan memperbanyak tilawah, memperdalam ilmu, serta menjadikan nilai-nilai Qur’ani sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.

Lebih jauh, mereka mengajak seluruh kader dan masyarakat Pondok Gede menjadikan Ramadhan sebagai momentum membangun harmoni sosial, menjaga persatuan, dan memperkuat semangat gotong royong.

Karena sejatinya, ibadah yang kuat harus tercermin dalam akhlak yang mulia dan kepedulian nyata terhadap sesama.

Ramadhan bukan hanya tentang satu bulan, tetapi tentang perubahan yang berkelanjutan. Jika jiwa telah dibersihkan, hati telah dilembutkan, dan niat telah diluruskan, maka selepas Ramadhan pun semangat kebaikan harus tetap menyala.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H.Semoga setiap amal diterima, setiap doa dikabulkan, dan setiap langkah kita senantiasa dalam lindungan serta ridha Allah SWT.

Semoga Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Redaksi.