Jaringannasional.com , [ JAKARTA ] – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Kota Bekasi mengirimkan sebanyak 20 delegasi untuk mengikuti Kelas Kader yang diselenggarakan oleh DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur pada Sabtu (20/6/2026). Langkah ini diambil sebagai bagian dari pembekalan agar para kader dapat memahami lebih dalam ideologi dan arah perjuangan partai politik baru tersebut.
Acara yang dinilai strategis bagi kemajuan gerakan ini tidak hanya dihadiri oleh kader lokal, melainkan juga diikuti oleh anggota Partai Gerakan Rakyat dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Ngawi, Banten, Sumatera Selatan, hingga Sumatera Barat.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dalam paparannya menegaskan bahwa partai ini lahir langsung dari rahim rakyat. Menurutnya, partai ini berawal dari berkumpulnya para relawan yang sepakat membentuk wadah pemersatu guna menjaga semangat perjuangan ide perubahan yang dibawa oleh Anies Rasyid Baswedan.
”Partai Gerakan Rakyat mempunyai dasar yang disebut Panca Dharma dan Lima Pilar Utama. Itulah yang menjadi pembeda partai ini dengan partai-partai lainnya,” ujar Sahrin Hamid di hadapan para kader yang hadir.
Menanamkan Panca Dharma dan Lima Pilar Utama
Dalam pembekalan tersebut, Sahrin Hamid menguraikan Panca Dharma yang menjadi fondasi dasar partai, yaitu:
1. Religius: Kesadaran spiritual dan hubungan baik dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam semesta.
2. Nasionalisme Kerakyatan: Cinta tanah air yang berorientasi nyata pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat seutuhnya.
3.Karsa Ksatria: Keberanian dalam merawat niat, kehendak, dan tindakan baik dengan cara-cara yang kesatria.
4.Kasih Sayang: Sikap empatik, kerukunan, dan kepedulian tinggi antar-sesama anak bangsa.
5.Integritas Moral: Keselarasan mutlak antara apa yang diucapkan dengan perbuatan dalam berpolitik.
Selain Panca Dharma, Sahrin juga menjelaskan Lima Prinsip Pilar Utama yang diadopsi organisasi:
- Musyawarah Mufakat: Pengambilan keputusan tidak bertumpu pada otoritas mutlak pimpinan, melainkan lewat tradisi musyawarah.
- Gotong Royong: Mengedepankan asas kemandirian dan kebersamaan, mengingat akar partai berasal dari gerakan relawan.
- Transparansi: Berkomitmen mempublikasikan sumber keuangan dan penggunaannya secara berkala kepada anggota dan publik.
- Meritokrasi: Penempatan kader pada posisi strategis didasarkan pada kompetensi nyata, bukan kedekatan personal.
•Egalitarianisme: Menghapus sekat feodal, di mana ketua dan anggota dianggap setara dan hanya dibedakan oleh peran serta fungsinya.
Sorotan Sosial Demokrasi dan Ekonomi Global
Selain pemaparan ideologi internal, Kelas Kader ini juga menghadirkan perspektif ilmiah dan global. Prof. Zulfikar Amin, memberikan paparan dari sisi sosial demokrasi. Di akhir sesinya, ia memberikan catatan kritis bahwa kondisi negara saat ini “sedang tidak baik-baik saja”.
Sementara itu, Tom Lembong, yang menjadi salah satu tokoh inspirasi Gerakan Rakyat, turut hadir memaparkan materi dari segi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sektor global.
Apresiasi dari Bekasi
Ketua DPD Gerakan Rakyat Kota Bekasi, Nanang Kosim, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan pembekalan ini. Ia berharap agenda seperti ini mampu melahirkan kader-kader militan yang memahami esensi perjuangan partai.
”Ini adalah salah satu usaha untuk membentuk kader-kader terbaik Gerakan Rakyat, sehingga semakin terpatri apa itu Gerakan Rakyat dan perjuangannya. Bekasi mengirimkan delegasi sebanyak 20 orang untuk menghadiri pembekalan kali ini,” tutur Nanang.
Sebagai informasi, Partai Gerakan Rakyat merupakan partai politik baru yang dideklarasikan di Jakarta pada 18 Januari 2026, dengan menempatkan Anies Rasyid Baswedan sebagai tokoh utamanya. Saat ini, partai tersebut sedang dalam proses berjuang untuk mendapatkan legalitas resmi dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.(Red/JN)













