Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum pada Senin, 16 Februari 2026. Sejak pagi hari, rumah duka di Jalan Anugerah RT 03 RW 08 No.109, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi dipadati keluarga, kerabat, serta rekan-rekan sejawat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara, KBP. (Purn) Drs. Sigit Satata bin Nur Alim.
Pada pukul 09.00 WIB, jenazah almarhum tiba di rumah duka. Tangis haru keluarga pecah, namun suasana tetap khidmat. Wajah-wajah penuh kehilangan tampak berdiri tegak, menyadari bahwa kepergian ini bukan sekadar kehilangan seorang ayah, suami, atau sahabat, melainkan juga seorang abdi negara yang telah menuntaskan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
Tepat pukul 14.00 WIB, upacara pelepasan jenazah dilaksanakan secara kedinasan. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah AKP Sri Kusnandar (Wakapolsek Pondok Gede) dengan pangkat KBP tituler.
Turut hadir Iptu Pardi P (Kanit Bimas), Iptu Wawan Kuswanto (Kapolsubsektor Jatiwaringin), Iptu Bonin S, Ipda Rohmat, jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Pondok Gede, Samapta, Lantas, Provos Polsek Pondok Gede, serta Yanma Polda Metro Jaya.
Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk penghormatan dan penghargaan atas dedikasi almarhum selama berdinas, khususnya di IT Mabes Polri.Barisan anggota berdiri tegap. Doa-doa dilantunkan dengan penuh kekhusyukan.
Setiap rangkaian upacara menjadi simbol bahwa pengabdian seorang Bhayangkara tidak berhenti saat tugas berakhir, melainkan dikenang sebagai jejak kebaikan yang terus hidup dalam ingatan dan teladan.Dalam setiap pengabdian, ada nilai kesetiaan, disiplin, dan tanggung jawab yang tertanam kuat.
Almarhum bukan hanya menjalankan tugas administratif di lingkungan Mabes Polri, tetapi juga menjadi bagian dari sistem yang menjaga stabilitas dan keamanan bangsa. Dedikasinya adalah cermin bahwa pengabdian sejati sering kali dilakukan dalam senyap, tanpa sorotan, namun berdampak besar bagi banyak orang.
Pukul 14.30 WIB, jenazah diberangkatkan menuju TPU TNI AU Bojong Sari, Jatisari, Jatiasih untuk dimakamkan secara kedinasan. Iring-iringan pengantar jenazah berjalan dengan tertib dan khidmat.
Langkah-langkah yang mengiringi kepergian almarhum seakan menjadi simbol perjalanan terakhir seorang prajurit yang telah menunaikan sumpah dan tugasnya.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.
Namun lebih dari itu, suasana yang terasa adalah kehangatan persaudaraan dan rasa hormat yang mendalam. Di tengah duka, terselip kebanggaan karena telah memiliki sosok teladan yang mengajarkan arti loyalitas dan integritas.
Kepergian almarhum mengingatkan kita bahwa jabatan akan berakhir, pangkat akan dilepas, namun nilai kebaikan dan pengabdian akan tetap abadi. Hidup bukanlah tentang seberapa lama kita berada di dunia, melainkan tentang seberapa bermakna jejak yang kita tinggalkan.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan.Selamat jalan, KBP. (Purn) Drs. Sigit Satata bin Nur Alim.
Pengabdianmu telah usai, namun keteladananmu akan tetap hidup dalam ingatan dan doa.
Redaksi












