Jaringannasional.com [ JAKARTA ] – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) terus memperluas kolaborasi demi memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di tanah air. Kali ini, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menerima kunjungan audiensi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Santri Pasundan di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (3/3).
Pertemuan strategis ini menjadi momentum penguatan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya di lingkungan berbasis agama dan pedesaan
Dalam arahannya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam bayang-bayang ancaman serius narkotika. Menurutnya, pola penyebaran barang haram tersebut kini tidak lagi hanya menyasar wilayah perkotaan, namun sudah merambah hingga ke pelosok desa dan institusi pendidikan.
”Generasi muda adalah kelompok paling rentan. Kita butuh langkah pencegahan komprehensif melalui penguatan moral, spiritual, dan sosial sejak dini agar mereka memiliki daya tangkal yang kuat,” ujar Suyudi Ario Seto.
BNN RI saat ini mengedepankan empat pilar utama dalam menghadapi tantangan zaman:
- Edukasi & Sosialisasi: Masif melakukan pencegahan dini.
- Penindakan: Memutus jaringan peredaran gelap.
- Rehabilitasi: Memulihkan para korban penyalahgunaan.
- Pemberdayaan Masyarakat: Program berbasis komunitas dan nilai keagamaan.
Menanggapi hal tersebut, DPP Santri Pasundan menyatakan kesiapannya menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan generasi bangsa. Dewan Pembina PP Santri Pasundan, H.M. Yusuf Sahroni, mengungkapkan komitmennya untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan edukasi anti-narkoba.
Kerja sama yang akan dijajaki meliputi:
- Penyuluhan rutin di lingkungan pesantren.
- Pelatihan kader anti-narkoba dari kalangan santri.
- Penyusunan materi edukasi berbasis nilai kebangsaan dan Islam.
- Pendekatan pembinaan untuk membantu rehabilitasi korban agar kembali produktif.
Hadir mendampingi Kepala BNN RI dalam pertemuan tersebut, Deputi Pencegahan BNN RI, M. Zainul Muttaqien, Plt. Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Yuki Ruchimat, serta Kepala Biro Humas dan Protokol, Putu Putera Sadana.
Sinergi antara BNN dan DPP Santri Pasundan ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi di meja formal, melainkan menjadi gerakan nyata di lapangan untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat terhadap bahaya laten narkotika.(Npm)
Sumber: humas BNN












