Jaringan nasional.com [ JAKARTA ] – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus mematangkan strategi pemulihan bagi penyalahguna narkotika. Melalui Direktorat Pascarehabilitasi, BNN menggelar giat Asistensi Layanan Rehabilitasi Berkelanjutan secara hybrid dari kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (5/3).
Langkah ini diambil untuk memastikan transisi layanan dari rehabilitasi medis dan sosial menuju pascarehabilitasi berjalan tanpa celah.
Berbeda dengan pola lama, pada tahun 2026 ini BNN melakukan terobosan dalam Layanan Bina Lanjut. Jika sebelumnya pemantauan dilakukan setelah masa rehabilitasi selesai, kini pendampingan justru dilakukan sejak hari pertama klien masuk ke fasilitas perawatan, baik rawat inap maupun rawat jalan.
Tujuannya Menjamin keberlanjutan pemulihan agar tidak terputus di tengah jalan, agar Menghasilkan outcome pemulihan yang nyata, di mana klien tidak hanya sembuh secara fisik, tapi juga mampu mandiri secara ekonomi dan sosial.
Direktur Pasca Rehabilitasi BNN, Rose Iptri Wulandari, menekankan bahwa kebijakan nasional saat ini mendorong layanan yang terintegrasi penuh.
”Kami mengarahkan agar rehabilitasi dilakukan secara berkesinambungan. Bina lanjut adalah kunci agar klien bisa berfungsi optimal kembali di masyarakat,” jelas Rose saat menyosialisasikan Petunjuk Teknis Layanan Bina Lanjut.
Implementasi di lapangan nantinya akan menggunakan asesmen terintegrasi. Artinya, setiap klien akan mendapatkan pola pemantauan (baik langsung maupun daring) yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan personal mereka.
Kegiatan asistensi ini melibatkan petugas dari BNN Provinsi (BNNP) serta BNN Kabupaten/Kota. Harapannya, ada kesamaan persepsi dan peningkatan kompetensi petugas dalam:
- Mengelola data pemantauan klien secara akurat.
- Melakukan pendampingan yang lebih humanis dan terukur.
- Memastikan koordinasi antar unit layanan berjalan efektif.
Dengan transformasi ini, BNN berkomitmen bahwa proses rehabilitasi bukan sekadar prosedur administratif, melainkan jembatan nyata bagi para penyintas untuk kembali hidup sehat dan produktif tanpa bayang-bayang narkotika.
Dikutip dari Biro Humas dan Protokol BNN












