Sambut Usia 500 Tahun, Jakarta Siapkan Logo Khusus dan Program Wisata Lebaran

Jaringannasional.com [ JAKARTA ] – Menjelang peringatan bersejarah lima abad Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi menetapkan logo peringatan 5 Abad Jakarta. Keputusan ini diambil dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Paripurna yang digelar di Balai Kota, Selasa (10/3), yang juga membahas strategi komprehensif penanganan mudik Lebaran 2026/1447 Hijriah.

​Logo yang terpilih merupakan hasil sayembara ketat yang melibatkan partisipasi publik, menyisihkan ratusan karya hingga menyisakan satu desain final. Gubernur Pramono menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD untuk mulai menggunakan logo ini dalam setiap kegiatan resmi.

​”Logo ini akan menjadi identitas tunggal dalam rangkaian acara menuju puncak peringatan 5 Abad Jakarta pada 22 Juni 2027 mendatang,” ujar Pramono. Ia juga menegaskan bahwa logo ini bersifat komplementer dan tidak mengganti lambang resmi Provinsi DKI Jakarta.

​Ada yang unik dalam persiapan Lebaran tahun ini. Pemprov DKI meluncurkan program “Mudik ke Jakarta” dengan jargon “Jakarta Lengang, Liburan dan Belanja Senang, Cuan Datang”. Program ini bertujuan menghidupkan sektor pariwisata saat mayoritas warga keluar kota.

​Beberapa poin utama dalam agenda wisata Ramadan dan Lebaran di Jakarta meliputi:

  • Ramadan Sale: Diskon belanja hingga 80% di berbagai mal (4–31 Maret).
  • Event Budaya: Hijab Fashion Show di Tanah Abang (12 Maret) serta Festival Eid Mubarak dan pawai obor di Bundaran HI (19 Maret).
  • Malam Takbiran: Penyelenggaraan Car Free Night di kawasan Bundaran HI mulai pukul 22.00 WIB.

​Terkait arus mudik konvensional, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan mitigasi besar-besaran untuk memastikan kelancaran mobilitas warga:

  1. ​Disiapkan sebanyak 2.282 bus yang tersebar di empat terminal utama dan tiga terminal bantuan.
  2. Transjakarta dipastikan tetap beroperasi penuh di 14 koridor BRT selama masa libur Lebaran.
  3. ​Peresmian jalur Transjabodetabek rute Blok M – Bandara Soekarno-Hatta pada 12 Maret mendatang.
  4. Kuota peserta ditingkatkan menjadi 30.774 orang dengan total 709 bus. Keberangkatan akan dipusatkan di Monas pada 17 Maret 2026.

​Gubernur mengingatkan bahwa hanya pemudik yang telah lolos verifikasi yang dapat diberangkatkan guna menghindari penumpukan massa secara mendadak di lokasi pemberangkatan.

​”Semua aspek, mulai dari kelaikan kendaraan hingga kesiapan terminal, harus dipastikan matang demi keselamatan masyarakat,” tutupnya.