Mudik: Antara Kerinduan Silaturahmi dan Harapan Perbaikan Infrastruktur

Oleh: Ujang Fahpulwaton

(Direktur Eksekutif UF Center / Fungsionaris DPP Hanura)

​Jaringannasional.com [ SUKABUMI ] – Mudik telah menjadi tradisi tak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Fenomena tahunan ini dilakukan oleh hampir semua kalangan, tanpa memandang usia. Tua maupun muda, semua merasakan kerinduan yang sama: kembali ke kampung halaman untuk melepas rindu dengan sanak keluarga yang telah lama tak bersua.

​Bagi sebagian besar pemudik, momen ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ajang silaturahmi sekaligus napak tilas mengenang masa kecil dan persahabatan di tanah kelahiran.

​Meski dibayangi suka dan duka—terutama kemacetan panjang dan antrean yang mengular—hal tersebut seolah menjadi bumbu yang biasa bagi para pemudik. Rasa lelah di perjalanan tertutup oleh kegembiraan yang membuncah di hati. Fokus mereka hanya satu: segera sampai di kampung halaman untuk memeluk orang tua, bertemu keluarga besar, dan menyapa teman-teman lama.

​Tradisi unik ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Pemerintah pun turut berperan aktif memfasilitasi moda transportasi darat, laut, hingga udara demi kelancaran arus mudik yang sudah berlangsung turun-temurun ini.

​Penulis sendiri merasakan hal serupa. Meski dalam satu atau dua bulan sekali sering pulang ke kampung, namun nuansa mudik bersamaan pada hari lebaran memiliki rasa yang jauh berbeda dibandingkan pulang sendirian di hari biasa. Ada semangat kebersamaan yang tidak bisa digantikan.

​Namun, perjalanan mudik tidak selalu mulus. Selain kemacetan, kondisi jalan menuju pelosok daerah sering kali berbanding terbalik dengan jalanan di kota-kota besar. Banyak akses jalan yang kondisinya memprihatinkan, atau dalam bahasa Sunda disebut “jagjigrug”—bergelombang dan rusak parah.

​Kondisi infrastruktur ini menjadi catatan penting. Kami berharap pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati selaku eksekutif, serta para wakil rakyat baik di tingkat pusat, provinsi, maupun daerah yang mewakili Kabupaten Sukabumi, dapat memberikan perhatian serius.

​Pembangunan dan perbaikan jalan harus didorong lebih masif. Sebagai contoh nyata, akses jalan menuju arah Parakansalak via Parungkuda saat ini kondisinya rusak parah. Ke depan, diharapkan jalan-jalan tersebut segera diperbaiki agar kebahagiaan warga yang pulang kampung tidak terganggu oleh akses yang sulit.

​Sebab, sejauh mana pun rintangan yang dihadapi, mudik akan tetap menjadi magnet bagi para perantau. Tak pernah ada kata kapok; lebaran tiba, mudik pun kembali menyapa.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.

Mohon Maaf Lahir dan Batin.