Jaringannasional.com [ BEKASI ] – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meninjau langsung kondisi korban kecelakaan mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menjalani perawatan di RS Siloam Sentosa, Bekasi Timur, Rabu (13/5/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Kota Bekasi ini bertujuan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang optimal serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kunjungannya, Tri Adhianto menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden yang merenggut nyawa seorang pedagang tahu krispi di lokasi kejadian.
”Saya mengucapkan belasungkawa. Saya merasa empati dan prihatin. Kami ingin memberikan semangat agar keluarga tetap sabar dan ikhlas menghadapi ujian ini,” ujar Tri saat ditemui di RS Siloam Sentosa.
Selain korban meninggal dunia, Tri juga menjenguk dua korban luka lainnya, yakni seorang kru operasional dan seorang pedagang makanan di sekitar lokasi. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi menjamin seluruh biaya pengobatan para korban.
”Saya memastikan semua korban yang dirawat hari ini ter-cover. Pemerintah hadir, baik melalui BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Saya sudah menitipkan pesan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik sampai korban pulih kembali,” tegasnya.
Menyikapi insiden ini, Tri Adhianto menekankan pentingnya perluasan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal di Kota Bekasi. Menurutnya, kerentanan kecelakaan kerja bisa menimpa siapa saja dan kapan saja.
”Kejadian ini menjadi motivasi bagi Pemkot Bekasi untuk memperluas inisiasi asuransi tenaga kerja bagi masyarakat pekerja informal. Mereka memiliki risiko keselamatan yang tinggi, dan fasilitas ini harus diperbanyak untuk melindungi mereka,” tambahnya.
Desak Tanggung Jawab Pemilik Kendaraan Operasional
Terkait penyebab kecelakaan, Wali Kota menyerahkan sepenuhnya proses analisa kepada pihak kepolisian. Namun, ia memberikan teguran keras kepada pihak pengelola atau pemilik armada operasional agar mengevaluasi pola kerja dan standar perekrutan pegawai.
Terdapat beberapa poin penting yang ditekankan Wali Kota kepada pihak pengelola:
Evaluasi Rekrutmen: Memastikan kondisi fisik dan mental pengemudi sebelum bertugas untuk menghindari faktor kelelahan atau kelalaian.
Tanggung Jawab Berkelanjutan: Mendesak pihak pengelola untuk menjamin kelangsungan hidup korban yang kini kehilangan mata pencaharian.
Akomodasi Keluarga Korban: Tri mengusulkan agar keluarga korban meninggal dunia dapat dipekerjakan oleh pihak pengelola guna menjamin masa depan pendidikan anak-anak korban.
”Pemilik harus memberikan empati dan perhatian nyata. Harapan saya, mereka ikut bertanggung jawab atas kelangsungan hidup korban, termasuk yang saat ini belum bisa bekerja karena cedera,” tutup Tri Adhianto.(Nizar)












