Sirkuit Suryo Menuju Standar Nasional: Pemkab Magetan dan IMI Matangkan Rencana ‘Naik Kelas’

Photo Prokopimmagetan

Jaringannasional.com [ MAGETAN ] – Ambisi Kabupaten Magetan untuk memiliki lintasan balap kelas wahid kian mendekati kenyataan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menggelar audiensi strategis bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur dan IMI Magetan guna membahas akselerasi pembangunan Sirkuit Suryo agar memenuhi standar nasional, Senin (30/03/2026).

​Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bupati ini menjadi momentum penting bagi masa depan otomotif di kaki Gunung Lawu. Tidak hanya soal hobi, pengembangan sirkuit ini diproyeksikan menjadi mesin baru penggerak ekonomi kerakyatan.

​Pengurus IMI Jatim, Kiagus Firdaus, menggarisbawahi bahwa keterlibatan IMI dalam setiap fase pembangunan adalah harga mati agar sirkuit benar-benar layak uji. Beberapa poin evaluasi krusial yang disampaikan antara lain:

  • Pelebaran Area Paddock: Kapasitas 14 unit saat ini dinilai masih sangat terbatas untuk event besar.
  • Pengaspalan Final: Direncanakan menggunakan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemprov Jatim sebesar Rp10 miliar guna memastikan lintasan sesuai spesifikasi balap nasional.
  • Fasilitas Pendukung: Pembangunan command center dua lantai untuk kebutuhan official serta penataan gapura pintu selatan.

​Ketua IMI Magetan, Risto Vialle, menambahkan bahwa transisi dari level Kejurprov ke Kejurnas memerlukan detail teknis yang presisi. “Perbaikan titik aspal yang amblas dan penyediaan tribun portabel yang fleksibel menjadi prioritas agar kenyamanan penonton dan keamanan pembalap tetap terjaga,” ungkapnya.

​Salah satu poin menarik dalam pembahasan ini adalah usulan pengelolaan sirkuit oleh pihak ketiga yang berbadan hukum. Strategi ini diharapkan mampu membuat operasional sirkuit lebih lincah dan profesional, mulai dari penyewaan lintasan untuk latihan rutin hingga kerja sama dengan tim-tim balap besar.

​Menanggapi hal tersebut, Bupati Magetan menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses, termasuk penyelesaian legalitas lahan. Terkait pengelolaan, Pemkab melalui BPKPD akan mengkaji skema kerja sama yang paling menguntungkan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menghambat kreativitas penyelenggara event.

​”Sirkuit ini bukan sekadar lintasan balap, tapi magnet ekonomi. Jika event nasional rutin digelar, UMKM, hotel, dan sektor jasa di Magetan akan merasakan dampak langsungnya,” tegas pihak Pemkab.

​Hadirnya pembalap internasional kebanggaan Magetan, Adenanta, dalam audiensi tersebut semakin mempertegas potensi besar putra daerah di kancah otomotif. Dengan sinergi antara OPD terkait dan pakar dari IMI, Sirkuit Suryo diharapkan tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga pusat pembinaan atlet balap berprestasi.

​Melalui langkah konkret ini, Magetan siap memposisikan diri sebagai destinasi sport tourism unggulan di Jawa Timur yang mampu menyelenggarakan event bergengsi di level nasional hingga internasional. (Npm)* Sumber Prokopimmagetan