Jaringannasional.com [ BEKASI ] – Kecelakaan hebat melibatkan Kereta Jarak Jauh (KAJJ) dan KRL Commuter Line terjadi di area Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 20.55–20.57 WIB ini mengakibatkan kerusakan parah pada sarana kereta dan kepanikan luar biasa di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat sebuah mobil mengalami mati mesin atau mogok tepat di atas perlintasan kereta api dekat Stasiun Bekasi Timur. Hal ini memaksa rangkaian KRL Commuter Line yang sedang melintas untuk melakukan pengereman darurat dan berhenti mendadak di jalur tersebut.
Nahas, hanya berselang sekitar lima menit setelah KRL berhenti, KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah belakang melaju di jalur yang sama dan langsung menghantam bagian belakang KRL.
”Sekitar lima menit kereta yang saya naiki jalan sendiri (berhenti), ndak taunya ditabrak dari belakang dari kereta jarak jauh,” ujar salah satu saksi mata penumpang KRL yang berada di lokasi.
Dampak tabrakan tersebut dilaporkan sangat fatal pada unit sarana: Gerbong Wanita Ringsek: Gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang KRL mengalami kerusakan parah.
Moncong lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan masuk hingga hampir menembus setengah badan gerbong. Kepulan asap tebal menyelimuti area peron stasiun sesaat setelah benturan terjadi, memicu kepanikan penumpang di peron yang langsung berhamburan menyelamatkan diri. Hingga Senin malam, dilaporkan banyak penumpang yang masih terjepit di dalam gerbong yang rusak. Teriakan minta tolong terdengar di tengah suasana mencekam.
Akibat kecelakaan ini, operasional kereta api di lintas Bekasi mengalami lumpuh total: Jalur di Stasiun Bekasi Timur sementara tidak dapat dilalui oleh kereta apa pun. Jadwal KRL Commuter Line dan KA Jarak Jauh mengalami keterlambatan signifikan hingga pembatalan perjalanan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Vice President Corporate Communication, Anne Purba, menyampaikan permohonan maaf mendalam atas insiden ini.
”Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait di lapangan untuk proses evakuasi,” ujar Anne dalam keterangan resminya.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti korban jiwa maupun luka-luka masih dalam pendataan otoritas terkait. Tim KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) diperkirakan akan segera turun ke lokasi untuk menyelidiki apakah ada unsur kegagalan sistem sinyal, human error, atau kendala teknis pada pengereman.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait anggota keluarga, dapat menghubungi layanan resmi KAI di WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121. (Nizar p)












