Prabowo Panggil Menteri ESDM: Amankan Stok BBM dan Siapkan CNG Sebagai Alternatif LPG

Sumber BPMI setpres

Jaringannasional.Com ​[ JAKARTA ] – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan mendadak dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/4/2024).

Pertemuan ini fokus membahas langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional di tengah memanasnya tensi geopolitik global.

​Ia menjamin bahwa stok bahan bakar minyak (BBM), baik jenis solar maupun bensin, tetap terjaga dengan kualitas di atas standar minimum nasional.

​Usai pertemuan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya di wilayah krusial seperti Selat Hormuz, sejauh ini belum mengganggu ketersediaan energi di dalam negeri.

​”Stabilitas pasokan tetap aman meskipun dinamika global sedang bergejolak. Kami pastikan ketersediaan minyak mentah (crude) untuk kebutuhan kilang juga berada di level aman, jauh di atas batas minimum nasional,” ujar Bahlil kepada media.

​Salah satu poin krusial dalam diskusi tersebut adalah upaya pemerintah mewujudkan kemandirian energi dengan menekan ketergantungan pada impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Bahlil memaparkan bahwa pemerintah tengah menggodok penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai solusi pengganti.

​”Kami sedang memfinalisasi rencana pembuatan CNG. Ini diproyeksikan menjadi alternatif terbaik untuk mengurangi beban impor LPG kita,” tambahnya.

​Menghadapi potensi krisis energi jangka panjang, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan beberapa program strategis, di antaranya:

​Optimalisasi Lifting Migas: Meningkatkan produksi minyak dan gas dalam negeri secara masif. ​Program Biodiesel B50: Memaksimalkan penggunaan minyak sawit untuk campuran solar guna menghentikan impor solar secara bertahap. ​Bioetanol E20: Pengembangan bahan bakar berbasis etanol untuk campuran bensin guna menciptakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan mandiri.

​Langkah-langkah ini diambil sebagai benteng pertahanan ekonomi nasional agar tidak mudah goyah oleh fluktuasi harga energi dunia yang dipicu oleh konflik internasional.

(Editor : Nizar Sumber : BMPI setpres )