Targetkan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026

Jaringannasional.com [ ​CIKARANG PUSAT ] – Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan program Sekolah Rakyat akan resmi beroperasi pada tahun ajaran baru, Juli 2026. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini dirancang khusus untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, anak jalanan, hingga mereka yang sempat putus sekolah agar bisa kembali mengenyam pendidikan formal.

​Kepastian tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja setelah mendampingi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman meninjau langsung lokasi pembangunan proyek tersebut di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Senin (18/5).

​Dalam keterangannya, Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengungkapkan bahwa pihak pemerintah daerah telah mengalokasikan lahan seluas 5,4 hektare untuk menyukseskan program ini. Sementara itu, proses pembangunan fisiknya dikerjakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

​”Sekolah Rakyat tidak hanya diperuntukkan bagi siswa baru, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali memperoleh pendidikan formal,” ujarnya Asep

​Ia juga menegaskan bahwa seleksi penerimaan siswa akan berjalan ketat berdasarkan basis data kemiskinan pemerintah pusat. Target utama dari program ini adalah anak-anak yang berada dalam kelompok desil 1 dan desil 2, yang mengindikasikan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi terendah atau masuk kategori miskin ekstrem.

​Kuota dan Tahapan Penerimaan Siswa

​Pada fase awal operasionalnya, Kabupaten Bekasi mendapatkan jatah kuota sebanyak 270 siswa. Kuota ini nantinya akan dibagi ke dalam sembilan rombongan belajar (rombel) dengan rincian sebagai berikut:

° ​Tingkat SD: 3 Rombongan Belajar

° ​Tingkat SMP: 3 Rombongan Belajar

° ​Tingkat SMA: 3 Rombongan Belajar

​Proses verifikasi terhadap berkas para pendaftar saat ini masih terus berjalan secara intensif. Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh panitia, jumlah calon peserta didik yang telah mendaftarkan diri tercatat sebanyak 10 anak untuk tingkat SD, 31 anak untuk tingkat SMP, dan 80 anak untuk tingkat SMA. Pihak pemkab berharap kuota yang tersedia dapat terserap optimal dan tepat sasaran.( Nizar).