JaringanNasional.com, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengajak para finalis Puteri Anak dan Remaja DKI Jakarta untuk aktif menjadi agen perubahan dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika. Pesan ini disampaikan langsung oleh Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, saat menerima kunjungan audiensi jajaran organisasi tersebut di Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (15/9).
Dalam pertemuan tersebut, Suyudi menegaskan pentingnya benteng pertahanan diri bagi para remaja di tengah maraknya potensi gangguan lingkungan pergaulan. Menurutnya, karakter yang kuat serta pemahaman moral dan agama menjadi kunci utama agar generasi muda tidak mudah terjerumus.
“Yang kita butuhkan bukan hanya tahu dan paham, tetapi mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, kemudian mengambil keputusan yang benar,” ujar Suyudi.
Ia juga menyoroti pola peredaran gelap narkoba yang kian kompleks, termasuk modus pencampuran zat terlarang ke dalam produk makanan atau minuman. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dan literasi yang memadai dari para remaja agar dapat melindungi diri serta orang-orang di sekitar mereka.
Pihak BNN berharap wawasan pencegahan yang didapat selama audiensi ini dapat ditularkan para peserta kepada keluarga, rekan sebaya, dan masyarakat luas sebagai bagian dari gerakan bersama menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari bahaya narkoba.
Pada kesempatan yang sama, Regional Director Puteri Anak dan Remaja Indonesia, Sri Sintawati, menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan rangkaian persiapan menuju ajang tingkat nasional. Para perwakilan DKI Jakarta nantinya bakal bersaing dengan kontestan dari sekitar 25 provinsi di seluruh Indonesia.
Sri menambahkan, para peserta akan mengikuti program karantina selama lima hari yang mencakup uji kemampuan seperti debat. Pembekalan materi dari BNN ini diharapkan menjadi salah satu referensi literasi penting bagi para finalis saat berkompetisi maupun saat menjalankan peran sebagai figur teladan masyarakat. (Red/JN)* BNN












