Jaringanasional.com — Kota Bekasi.
Bulan suci Ramadhan 1447 H menjadi momentum penuh makna bagi keluarga besar DPC Partai Gerakan Rakyat Kecamatan Pondok Gede yang menyambangi kantor DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Bekasi diterima langsung oleh Ketua Nanang Kosim dalam rangka silaturahmi dan buka puasa bersama.
Kegiatan ini yang dihadiri oleh Sekretaris Badan pengendalian sumber daya air DPP Gerakan Rakyat Bugi Santoso, Tokoh masyarakat pondok gede H.Ahmad Gozali bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi perjumpaan hati yang dipenuhi semangat persaudaraan dan nilai kebersamaan.
Suasana hangat terasa sejak para pengurus dan kader dan ketua DPC Pondok Gede Toyib Hadiwijaya,Humas Bang Efly Syam SH , Wakil Ketua Baba Fahmi Al-Rasyid, S.Pd., M.M.Tengku Ical, Wakil Bendahara Erik Saputra, Arif Hermawan, Bendahara Tharifah, Sekjen Yusup Bahtiar, Wakil sekretaris Ainul Mardhiyyah tiba di sekretariat DPD Kota Bekasi.
Ramadhan menghadirkan nuansa berbeda—bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mempertemukan jiwa-jiwa yang rindu akan kebersamaan, memperkuat barisan dalam suasana yang lebih khusyuk dan penuh refleksi.
Buka puasa bersama ini menjadi ruang mempererat ukhuwah, memperhalus komunikasi organisasi, serta menyatukan visi perjuangan dalam bingkai spiritualitas Ramadhan.
Dalam momen tersebut, para kader diingatkan bahwa perjuangan sosial dan politik harus berlandaskan nilai keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian—nilai yang justru ditempa dalam ibadah puasa.Ramadhan mengajarkan arti empati.
Ketika rasa lapar dirasakan bersama, lahir kesadaran untuk lebih peduli terhadap sesama. Ketika waktu berbuka dinantikan bersama, tumbuh rasa syukur yang mendalam.
Dari meja sederhana tempat takjil disajikan, terbangun dialog hangat tentang masa depan organisasi dan harapan masyarakat.Kegiatan ini juga menjadi simbol soliditas antara DPC dan DPD—bahwa struktur bukan sekadar hierarki, melainkan satu keluarga besar yang saling menguatkan.
Dalam suasana penuh doa dan harap, para kader berkomitmen menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat kedisiplinan, dan menjaga integritas dalam setiap langkah pengabdian.Selepas adzan Maghrib berkumandang dan doa berbuka dipanjatkan, kebersamaan itu terasa semakin erat.
Bukan hanya berbagi hidangan, tetapi berbagi tekad untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan semangat yang lebih bersih dan hati yang lebih jernih. Ramadhan adalah bulan cahaya. Cahaya yang menerangi hati, menyatukan langkah, dan menguatkan niat.
Dari Pondok Gede hingga Kota Bekasi, semangat kebersamaan itu menyala—membawa harapan agar setiap langkah perjuangan senantiasa diberkahi.
Semoga Ramadhan 1447 H menjadi titik tolak kebaikan yang berkelanjutan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat pengabdian yang tulus demi masyarakat dan bangsa.
Redaksi












