Jaringannasional.com [ KOTA BEKASI ] , 2 Maret 2026 – Kemeriahan dan kekhidmatan menyelimuti kawasan Bekasi Jaya saat perayaan Kirab Malam Cap Go Meh 2577 sukses digelar di Klenteng Bu An Kiong, Senin (2/3). Ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Bekasi memadati rute kirab untuk menyaksikan perpaduan budaya, tradisi spiritual, dan atraksi seni yang menjadi penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.
Rangkaian acara dimulai pada pukul 20.30 WIB dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Ketua Panitia, Wandi. Momentum ini berlangsung khidmat, di mana umat memanjatkan doa syukur dan harapan untuk keselamatan serta keberkahan bagi seluruh masyarakat di tahun yang baru.
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah prosesi Lok Thung (pelayanan umat), sebuah tradisi sakral pengundangan roh suci dewa-dewi untuk memberikan bantuan pengobatan secara spiritual. Prosesi ini menegaskan sisi kemanusiaan dan kepedulian sosial yang melekat pada tradisi Cap Go Meh di Klenteng Bu An Kiong.
Puncak acara ditandai dengan Gotong Joli, yakni arak-arakan tandu yang membawa rupang dewa (kimsin). Suasana semakin semarak dengan atraksi Barongsai dan Liong yang memukau penonton di sepanjang rute, mulai dari Jalan Agus Salim hingga titik balik di SMAN 1 Bekasi.
Lurah Bekasi Jaya, Haryati Martina, S.STP., M.A, yang membuka secara resmi kirab tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas kerukunan yang tercipta.
”Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan kita. Perayaan Cap Go Meh bukan hanya agenda keagamaan, tetapi momentum mempererat persatuan antarumat beragama di wilayah Bekasi Jaya,” ujar Haryati dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, pihak panitia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran terkait yang memastikan acara berjalan kondusif. Acara ini turut dihadiri oleh:
- Haryati Martina, S.STP., M.A (Lurah Bekasi Jaya)
- Fitri Junita, S.STP., M.M (Kasie Ekbang Kec. Bekasi Timur)
- Serda Fuad (Babinsa Bekasi Jaya)
- Ali Wardana (Ketua RW 08)
Meski dihadiri ribuan massa, seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan lancar berkat sinergi antara panitia, aparat keamanan, dan relawan. Perayaan ini kembali mengukuhkan posisi Kota Bekasi sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kelestarian budaya Tionghoa sebagai bagian dari kekayaan nasional.(Npm)












