Simbol Toleransi, Ribuan Warga Bekasi Padati Kirab Budaya Cap Go Meh 2026

Jaringannasional.com [ BEKASI ] – Kota Bekasi kembali menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia melalui perayaan puncak Cap Go Meh 2026 yang berlangsung meriah di kawasan Klenteng Hok Lay Kiong, Selasa (3/3/2026). Ribuan warga tumpah ruah memadati jalanan untuk menyaksikan Kirab Budaya yang menampilkan parade Barongsai, Naga (Liong), hingga mobil hias yang memukau.

​Acara ini dihadiri oleh deretan tokoh penting nasional dan daerah, di antaranya Anggota DPR RI Dr. Ir. Herman Khaeron dan H. Anton Sukartono Suratto, Staf Khusus Menko Infrastruktur Sigit Raditya, serta Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto. Kehadiran para pejabat pusat dan daerah ini menjadi penegasan dukungan penuh pemerintah terhadap pelestarian budaya dan penguatan moderasi beragama.

​Rony Hermawan, selaku Ketua Yayasan Pancaran Tridharma sekaligus tuan rumah, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada para tamu undangan yang hadir serta kepada masyarakat luas yang telah antusias memeriahkan acara ini sejak pagi hari.

​Dalam sambutannya, Anggota DPR RI Herman Khaeron memuji atmosfer kebersamaan yang tercipta di Kota Bekasi. “Hari ini, Bekasi mewakili wajah Indonesia yang sebenarnya—negara yang beragam namun tetap harmoni. Kerukunan warga Bekasi harus menjadi getaran positif bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya di hadapan para hadirin.

​Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto secara resmi melepas iring-iringan kirab tersebut. Ia menegaskan bahwa kemeriahan tahun ini merupakan bukti nyata terjaganya predikat Bekasi sebagai kota toleran.

​”Kita merayakan keberagaman. Apa yang kita lihat hari ini adalah kekuatan kita di Bekasi. Antusiasme warga dari berbagai latar belakang etnis dan agama yang menyatu menunjukkan bahwa harmoni antarwarga berjalan dengan sangat indah,” ungkap Tri Adhianto di tengah riuh rendah suara tambur kirab.

​Lebih lanjut, Tri Adhianto berharap momentum perayaan Cap Go Meh tahun 2577 ini tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi pemulihan ekonomi lokal, khususnya di sektor pariwisata budaya. Ia juga berpesan agar seluruh warga tetap menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

​Perayaan ini ditutup dengan pelepasan iring-iringan kirab yang memadati jalan-jalan protokol Kota Bekasi, membawa pesan perdamaian, persaudaraan, serta harapan akan kesejahteraan dan keberkahan di tahun yang baru bagi seluruh masyarakat.