Gubernur Herman Deru dan Sekda Sumsel Ajak Masyarakat & ASN Kompak Salurkan Zakat Lewat BAZNAS

​Jaringannasional.com [ PALEMBANG ] – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) terus memperkuat komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan melalui optimalisasi zakat. Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. H. Edward Candra, M.H, secara resmi mengajak seluruh masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

​Langkah nyata ini diawali dengan penunaian zakat fitrah dan infak oleh Gubernur Herman Deru langsung melalui BAZNAS Provinsi Sumsel. Menurutnya, BAZNAS merupakan lembaga resmi negara yang menjamin transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan dana umat.

​Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah personal, melainkan instrumen strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

​”Penyaluran melalui BAZNAS adalah langkah tepat karena dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Ini adalah instrumen penting bagi pemerintah dalam membantu pengentasan kemiskinan di Sumsel,” ujar Herman Deru.

​Senada dengan Gubernur, Sekda Sumsel Edward Candra juga menunaikan pembayaran zakat, infak, dan sedekah di kantor BAZNAS pada Senin (16/03/2026). Dalam kesempatan tersebut, Edward didampingi oleh:

  • H. Darani (Ketua BAZNAS Sumsel)
  • H. Achmad Rizwan (Kepala Bapenda)
  • H. Sunarto (Karo Kesra)
  • H. Akhmad Najib (Ketua Dewan Pengawas)

​Secara administratif, Sekda Edward Candra telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel untuk mengonsolidasikan penyaluran ZIS mereka ke BAZNAS. Ia menilai potensi zakat dari ribuan ASN di Sumsel sangat besar dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi.

​”Zakat adalah jembatan kepedulian sosial. Melalui sinergi ini, kita ingin memastikan dana yang terkumpul dialokasikan pada program pemberdayaan nyata, seperti bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi umat,” jelas Edward.

​Dengan tata kelola yang akuntabel, Pemprov Sumsel optimis gerakan zakat ini akan menekan angka kemiskinan secara signifikan dan menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan.(Andi)