Jaringannasional.com [ SUKABUMI ] – Warga Kampung Lebaksiuh, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria di dalam rumahnya pada Sabtu pagi (21/3/2026). Korban yang diketahui bernama M. Agung Cahyono (47) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh pengurus lingkungan setempat.
Peristiwa bermula sekitar pukul 07.30 WIB saat sepupunya bersama putranya, Bintang, bermaksud menyambangi kediaman korban untuk bersilaturahmi sekaligus mengecek kondisi kesehatan korban yang diketahui sedang sakit.
Lantaran tidak ada jawaban saat dipanggil, saksi kemudian mencoba melihat ke dalam kamar melalui celah tirai di jendela yang terbuka. Saksi terkejut mendapati korban dalam posisi telungkup dengan kondisi tubuh yang sudah membengkak. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak keluarga dan aparat desa.
Kepala Desa Sukakersa, H. Deden Deni Wahyudin, SE, mengonfirmasi bahwa korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit serius. Pada Rabu (11/3), korban sempat dievakuasi menggunakan ambulans desa ke RS Sekarwangi.

”Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, almarhum memiliki indikasi gangguan pada organ jantung dan hati. Namun, pada 13 Maret, beliau diketahui meninggalkan rumah sakit secara sepihak tanpa sepengetahuan petugas medis,” ujar H. Deden.
Upaya bantuan medis terakhir tercatat pada Rabu malam (18/3), saat korban sempat menghubungi Ketua RT karena mengeluh sesak napas dan meminta bantuan dicarikan oksigen. Sayangnya, meski telah diupayakan ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, stok oksigen saat itu sedang kosong.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Parakansalak bersama tim medis Puskesmas, Koramil, BPBD, dan Tagana segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Berdasarkan pemeriksaan awal:
- Tanda Kekerasan: Tidak ditemukan adanya bekas luka atau tindakan kekerasan pada tubuh korban.
- Penyebab Kematian: Diduga kuat akibat penyakit jantung dan hati yang dideritanya.
- Estimasi Waktu: Korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.
Pihak keluarga almarhum yang tinggal terpisah menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai takdir. Mereka menolak dilakukan prosedur autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan.
Rencananya, jenazah almarhum akan segera dikebumikan di tempat pemakaman keluarga yang berlokasi tidak jauh dari rumah duka.(Dede)*












