Siapkan Generasi Emas, Dapur Makan Bergizi Gratis 4 Desa Cijengkol Resmi Beroperasi

Jaringannasional.com [ ​BEKASI ] – Pemerintah Desa Cijengkol bersama pemangku kepentingan terkait meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (7/4/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menyiapkan Generasi Emas sekaligus menekan angka stunting di wilayah tersebut.

​Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Kepala Desa Cijengkol, H.A. Saefulloh, bersama pengelola Dapur MBG,  Riri. Acara ini turut disaksikan oleh jajaran tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat RT/RW, pelaku usaha, serta unsur Babinsa dan Bimaspol Kecamatan Setu.

​Dalam sambutannya, H.A. Saefulloh menegaskan bahwa operasional dapur SPPG wajib mematuhi seluruh regulasi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menekankan pentingnya pengelolaan yang profesional dan berorientasi penuh pada kualitas gizi anak-anak.

​”Dapur SPPG ini adalah bagian dari tongkat estafet penyiapan generasi masa depan. Pengelolaannya harus profesional, bertanggung jawab, dan benar-benar memperhatikan kualitas gizi yang diberikan,” ujar Saefulloh.

Lebih lanjut, Saefulloh memberikan peringatan keras agar pengelola tidak menjadikan program sosial ini sebagai ladang mencari keuntungan semata. Ia meminta adanya pengawasan berlapis dari tenaga kesehatan dan masyarakat guna menjamin keamanan pangan.

Lebih lanjut Ia mengatakan, Jaga Kualitas dan Keamanan serta Menjamin bahan pangan segar dan higienis. ​Menentukan menu wajib melibatkan ahli gizi kompeten, ​jaga selalu Stabilitas Sinergi lintas sektor untuk menjaga keberlangsungan dapur.

​“Jangan ada orientasi mencari keuntungan. Yang utama adalah kualitas dan keamanan pangan untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, Serahkan pengelolaan menu kepada ahlinya,” tegasnya.

Pimpinan Dapur MBG, Riri berharap kehadiran unit pelayanan gizi ini memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar. Selain meningkatkan kesehatan anak, program ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja maupun bahan baku dari masyarakat sekitar.

​”Kami menekankan pentingnya kolaborasi agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan optimal bagi masyarakat,” jelas Riri.

​Acara peresmian tersebut diakhiri dengan tradisi potong tumpeng dan makan bersama seluruh tamu undangan sebagai simbol dimulainya pelayanan pemenuhan gizi di Desa Cijengkol.

Reporter: Ajie