Jaringannasional.com [ JAKARTA ] – Korps Marinir TNI Angkatan Laut menggelar Latihan Kesiapsiagaan Operasi Pengamanan Objek Vital (Obvit) dan Aset TNI AL Bernilai Strategis Tahun 2026 di wilayah Pasmar 1. Latihan yang berpusat di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan pada Minggu (12/04/2026) ini bertujuan untuk menguji ketangkasan prajurit dalam menghadapi ancaman asimetris modern.
Latihan tempur ini ditinjau langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bersama Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi. Seluruh rangkaian simulasi disusun secara sistematis dan realistis untuk mencerminkan ancaman nyata di lapangan.
Skenario latihan diawali dengan deteksi radar pertahanan udara (Hannud) terhadap dua pesawat asing yang mendekati wilayah kesatrian. Situasi memanas ketika musuh mengerahkan drone kamikaze dan pesawat King Air untuk melakukan simulasi pengeboman.
Merespons ancaman tersebut, sirene tanda “Peran Tempur” segera dibunyikan. Seluruh jajaran Pasmar 1—mulai dari Brigif, Menkav, Menart, Menbanpur, Menzeni, hingga Denintai Amfibi (Denipam)—dengan cepat menempati posisi stelling. Pertahanan udara diperketat dengan aktivasi tembakan Hannud Twin Gun dan Kendaraan Tempur (Ranpur) BVP-2 guna menghalau serangan dari langit.

Selain ancaman udara, latihan ini menguji kesiapan prajurit dalam menghadapi serangan darat dan sabotase. Tim sabotir dari unsur Kopaska (sebagai musuh) disimulasikan berhasil menembus titik penjagaan dan menculik seorang personel di Mako Brigif 1 Marinir.
Dalam aksi pengejaran yang cepat, Tim Denipam melaksanakan pertempuran jarak dekat atau Close Quarter Battle (CQB). Berkat koordinasi yang solid, tim elit tersebut berhasil:
- Melumpuhkan penyusup.
- Merebut kembali sandera.
- Mengevakuasi korban ke lokasi aman (safe house).
Upaya musuh untuk melarikan diri menggunakan helikopter juga berhasil digagalkan melalui tembakan balasan terintegrasi dari pasukan darat.
Setelah situasi dinyatakan kondusif dan ancaman berhasil dinetralisir, Tim Kesehatan segera dikerahkan untuk melakukan penanganan medis terhadap personel yang terluka. Langkah ini sekaligus menutup rangkaian simulasi yang mengedepankan kecepatan respons, ketepatan komando, dan kerja sama antarunsur di jajaran Korps Marinir.
Latihan ini menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan serta memastikan aset-aset strategis negara tetap aman dari berbagai bentuk gangguan, baik dari udara maupun aksi infiltrasi sabotase.
Editor: Nizar p
Sumber: Dispen Kormar TNI AL












