Jaringannasional.com [ BEKASI ] – Tim Penilai Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi melakukan kunjungan lapangan ke Mal Pelayanan Publik (MPP) DPMPTSP Kota Bekasi, Jl. Ahmad Yani, Rabu (13/5/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari mandat Kementerian Investasi/BKPM RI sesuai Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2020 tentang pemberian penghargaan atau sanksi kepada instansi pemerintah terkait kinerja pelayanan.
Ketua Tim Penilai PTSP dan PPB Kadin Kota Bekasi, Aji Ali Sabana, mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan lapangan dan respon masyarakat di media sosial, kualitas perizinan di Kota Bekasi menunjukkan progres yang sangat positif. Namun, ia menekankan pentingnya integrasi instansi teknis agar seluruh proses selesai di satu titik (MPP).
”Kami berharap ke depan MPP bisa memfasilitasi semua instansi teknis yang berkaitan dengan perizinan. Misalnya, rekomendasi Damkar atau Lingkungan Hidup cukup selesai di sini, tidak perlu lagi ke kantor teknis di Harapan Indah atau Rawalumbu. Tujuannya agar masyarakat benar-benar merasakan kemudahan,” ujar Aji didampingi Wakil Ketua, Rafdaniati.
Aji juga mendorong adanya layanan prioritas (priority service) untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perluasan waktu layanan hingga akhir pekan (weekend service) seperti sektor perbankan.

”Tahun 2021 Kota Bekasi pernah masuk 3 besar nasional. Di bawah kepemimpinan Tri Adhianto, kita targetkan minimal masuk 10 besar di tahun 2026 ini. Jika tercapai, ada insentif fiskal dan apresiasi dari kementerian yang bisa membanggakan warga Bekasi,” tambahnya.
Menanggapi kujungan tim KADIN tersebut, Kabid Perizinan I MPP DPMPTSP Kota Bekasi, Andi Raumanen, menyatakan kesiapannya dalam mewujudkan Kota Bekasi sebagai Kota Entrepreneur. Ia menegaskan bahwa saat ini seluruh sistem perizinan di Kota Bekasi sudah bertransformasi ke arah digital.
”Semua sudah online. Perizinan berusaha melalui OSS-RBA, bangunan gedung lewat SIMBG, dan perizinan profesi melalui aplikasi Silat. Fokus kami bukan sekadar angka penilaian, tapi bagaimana menjadi juara di hati masyarakat dengan layanan yang mudah, cepat, dan dekat,” jelas Andi.
Senada dengan itu, PIC Mal Pelayanan Publik, Nurul Yakin, memaparkan bahwa pihaknya telah memulai terobosan layanan di hari libur.
”Kami sudah memelopori layanan di hari Minggu saat Car Free Day (CFD) mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Untuk hari Sabtu, layanan khusus SIM juga sudah tersedia. Target kami ke depan adalah pelayanan bisa diakses penuh selama tujuh hari dalam seminggu,” pungkas Nurul.
Kunjungan penilaian ini diharapkan mampu memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan prima bagi para pelaku usaha dan masyarakat umum di Kota Bekasi.(Nizar)












