Jaringannasional.com [ BEKASI ] – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi terus mematangkan kesiapan fasilitas dan personel di perlintasan sebidang kereta api. Saat ini, dua Titik Perlintasan Langsung (JPL), yakni JPL 86 (Ampera) dan JPL 87 (Bulak Kapal), tengah menjadi fokus peningkatan aspek keselamatan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengungkapkan bahwa sistem pengamanan di kedua titik tersebut sudah mulai berjalan. Untuk JPL 86 Ampera, pintu perlintasan otomatis saat ini sudah terpasang dan memasuki tahap uji coba. Sementara untuk JPL 87 Bulak Kapal, fasilitasnya sedang dalam proses pabrikasi.
”Untuk JPL 86 sekarang pintu perlintasan otomatis sudah terpasang dan hari ini sedang masa uji coba. Untuk JPL 87 sedang pabrikasi, dalam pekan depan akan dipasang,” ujar Zeno saat ditemui usai rapat kerja dengan Fraksi PKB di Gedung DPRD Kota Bekasi.
25 Petugas Diklat Didatangkan Instruktur Khusus
Guna memastikan operasional perlintasan berjalan optimal, Dishub Kota Bekasi akan menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi 25 orang petugas penjaga rel pada minggu depan. Pelatihan ini merupakan hasil koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ditjen Perkeretaapian (DJKA), dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Zeno menegaskan bahwa para petugas yang ikut diklat telah melalui proses seleksi awal yang ketat, meliputi syarat tidak buta warna, pemenuhan standar pendidikan minimal, hingga tinggi badan. Skema pelatihan akan dilakukan langsung di kantor Dishub dengan mendatangkan instruktur ahli.
”Tujuannya agar teman-teman yang diberikan pelatihan dibuktikan dengan keluarnya sertifikasi dari Kementerian Perhubungan Ditjen KA, sehingga dapat melaksanakan penjagaan dengan legal dan kompeten,” jelasnya.
Terkait jam operasional, Zeno menyebutkan bahwa sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan arahan Wali Kota, petugas akan bersiaga mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB. “Kami berjaga sampai jam 10 malam karena itu jadwal terakhir KRL beroperasi. Setelah itu (yang melintas) adalah kereta jarak jauh,” tambahnya.
Dishub Bekasi Belum Keluarkan Kajian Baru Soal Pengalihan Car Free Day (CFD)
Selain membahas perlintasan sebidang, Zeno Bachtiar juga mengklarifikasi isu yang beredar mengenai rencana pengalihan atau perluasan lokasi Car Free Day (CFD) ke kawasan Alun-Alun Kota Bekasi. Zeno menegaskan, hingga hari ini Dishub belum mengeluarkan kajian baru terkait perubahan lokasi CFD.
”Sampai hari ini kami belum mengeluarkan kajian apa pun. Lokasi CFD tetap di Jalan Ahmad Yani, kawasan Galaxy, dan beberapa titik lainnya,” tegas Zeno.
Menanggapi sorotan publik terkait keberadaan objek vital seperti rumah sakit di sekitar jalur CFD, Zeno menjelaskan bahwa penentuan lokasi CFD harus memenuhi kriteria yang ketat. Selain misi utama untuk kelestarian lingkungan dan ruang interaksi UMKM, kinerja lalu lintas di jalur penopang dan mitigasi kondisi darurat tetap menjadi prioritas utama.
”Meskipun aturan utama CFD melarang kendaraan bermotor, jika terjadi kondisi kedaruratan seperti mobil ambulans membawa pasien atau bahaya kebakaran, petugas kami di lapangan akan tetap melakukan pengawalan agar kendaraan darurat bisa melintas,” terangnya.
Dishub Kota Bekasi menyatakan tetap terbuka terhadap berbagai masukan mengenai CFD, baik dari masyarakat, mahasiswa, akademisi, hingga forum warga di tingkat kecamatan. Namun, setiap usulan baru dipastikan harus melalui tahapan kajian teknis yang mendalam bersama para pemangku kepentingan (stakeholders).(Nzr)












