Sensus Ekonomi 2026 di Jatiasih Bekasi: Petugas Tegaskan Data Warga Bukan untuk Urusan Pajak

jaringannasional.com | BEKASI – Pelaksanaan agenda nasional Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) terus bergulir guna memotret kondisi perekonomian masyarakat secara akurat. Komitmen untuk menyukseskan program sepuluh tahunan dari Badan Pusat Statistik (BPS) ini turut ditunjukkan secara nyata di lingkungan perumahan warga Kota Bekasi, senen 29/6/2026.

​Pada kegiatan pendataan lapangan, jajaran pengurus lingkungan di Perumahan Bumi Dirgantara Permai, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran proses sensus. Langkah ini diambil demi memastikan seluruh aktivitas ekonomi warga di wilayah tersebut tercatat dengan valid dalam basis data nasional.

​Sinergi Pengurus RT dan Petugas Lapangan,

​Dukungan penuh diperlihatkan langsung oleh Joko Kuncoro, selaku Ketua RT 09 RW 08 Perumahan Bumi Dirgantara Permai. Ia menyambut hangat kehadiran Mahdi Izzudin, petugas sensus resmi yang ditunjuk untuk melakukan pencatatan di lingkungan tersebut.

​Sinergi dan suasana kekeluargaan dalam proses pendataan ini berjalan dengan sangat kondusif. Di lapangan, petugas sensus yang mengenakan atribut rompi resmi tampak berkoordinasi erat dan melakukan input data digital bersama Ketua RT serta tokoh masyarakat setempat di ruang tamu warga.

​Sukseskan Pembangunan Melalui Akurasi Data

​Ketua RT 09, Joko Kuncoro, mengimbau seluruh warganya untuk bersikap terbuka dan memberikan informasi yang jujur kepada petugas sensus yang datang ke rumah-rumah.

​”Data yang akurat sangat penting sebagai landasan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran di masa depan. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 ini,” ujar Joko.

​Masyarakat juga diingatkan kembali agar tidak perlu khawatir atau ragu saat menerima kunjungan petugas. BPS telah menjamin bahwa seluruh data individu maupun usaha yang dikumpulkan bersifat rahasia, aman, serta murni digunakan untuk kepentingan perencanaan pembangunan nasional—bukan untuk keperluan perpajakan ataupun penentuan bantuan sosial.

​Warga Kooperatif, Petugas BPS Tegaskan Data Bukan untuk Pajak

​Petugas Sensus BPS, Mahdi Izzudin, mengungkapkan bahwa sejauh ini proses pendataan di wilayah Perumahan Bumi Dirgantara Permai berjalan tanpa hambatan berarti karena sikap warga yang sangat kooperatif.

​”Kalau untuk di warga sini, sejauh ini enggak ada kendala sih. Aman ya, warganya kooperatif semua. Jadi enak untuk diajak komunikasi,” kata Mahdi saat diwawancarai di lokasi pendataan.

​Mahdi menjelaskan bahwa esensi dari Sensus Ekonomi sepuluh tahunan ini adalah memetakan pergerakan statistik di berbagai sektor ekonomi di seluruh Indonesia. Melalui data ini, pemerintah dapat melihat sektor mana saja yang mengalami penurunan, peningkatan signifikan, atau sedang bertumbuh secara perlahan.

​”Dari situ pemerintah akan meninjau lagi penyebab ekonomi di suatu daerah turun itu kenapa, dan bagaimana pemerintah bisa membantu untuk meningkatkan ekonomi di daerah tersebut,” jelasnya.

​Lebih lanjut, ia juga meluruskan kekhawatiran yang kerap muncul di tengah masyarakat mengenai tujuan pendataan ini. Mahdi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut karena data yang diambil tidak berkaitan dengan instansi lain di luar kepentingan statistik.

​”Sejauh ini orang-orang kadang takut sensus karena urusan pajak atau hal lain. Sebenarnya itu tidak berpengaruh. Kita tidak di bawah naungan (instansi) siapa-siapa dan tidak ada sangkut paut ke sana. Data kita langsung ke pemerintah, langsung ke pusat,” pungkas Mahdi. (Randi/JN)