Prioritaskan Keselamatan Siswa, Gedung Baru SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Diusulkan Bangun 2027

JAKARTA, jaringannasional.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan keselamatan siswa dan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi prioritas utama pasca-rusaknya bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menuntaskan proses revitalisasi gedung sekolah tersebut yang dijadwalkan masuk anggaran pembangunan pada 2027.

​Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa pihak Pemprov memberikan perhatian khusus terhadap kondisi sarana pendidikan di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 agar permasalahan gedung yang tidak layak pakai dapat segera diatasi.

​”Saya sudah mendapat laporan dari jajaran terkait. Tentunya saya berikan perhatian khusus agar segera ditangani. Saya pastikan akan segera kami selesaikan,” tegas Pramono di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

​Langkah tegas ini diambil menyusul insiden robohnya sebagian rangka atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 pada November 2024 lalu. Hasil analisis teknis Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan menetapkan bahwa struktur bangunan mengalami kerusakan berat, sehingga dikategorikan tidak aman untuk kegiatan pembelajaran.

​Demi menjaga keselamatan warga sekolah, area gedung langsung dikosongkan dan diamankan sejak 27 November 2024.

​Proses Pembelajaran Tetap Terjamin
​Untuk memastikan hak pendidikan peserta didik tidak terputus, sebanyak 270 siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dialihkan ke gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang lokasinya berdampingan. Pembelajaran diselenggarakan menggunakan sistem dua shift (bergantian).

​Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menegaskan bahwa penyesuaian jadwal belajar tersebut tidak mengabaikan mutu pendidikan.

​”Keselamatan peserta didik menjadi prioritas kami. Di saat yang sama, kami memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak belajar secara optimal. Meski kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan dengan sistem dua shift, proses pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, didampingi guru, dan kualitas layanan pendidikan tetap terjaga,” terang Nahdiana.

​Ia menambahkan, tidak ada siswa yang kehilangan hak belajar maupun penurunan standar layanan selama masa transisi penyiapan gedung baru.

​Tahapan Pembangunan dan Keterbukaan Informasi

​Mengenai kelanjutan revitalisasi gedung, Nahdiana menjelaskan bahwa tahapan perancangan teknis atau Detail Engineering Design (DED) telah dirintis sejak 2025 sebagai pijakan pelaksanaan fisik. Pembangunan fisik gedung sekolah baru tersebut akan kembali diusulkan pada Tahun Anggaran 2027 agar siswa dapat segera menikmati fasilitas belajar yang aman dan modern.

​Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengapresiasi partisipasi serta kepedulian masyarakat dalam mengawal penanganan fasilitas publik di ibu kota.

​”Selama proses persiapan pembangunan, kami memastikan anak-anak tetap dapat belajar dengan baik dan aman. Kami juga mengapresiasi perhatian dan masukan masyarakat. Kepedulian warga menjadi bagian penting bagi Pemprov DKI Jakarta untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tandas Marulina.

​Pemprov DKI Jakarta mengimbau warga sekolah dan masyarakat umum untuk tidak khawatir, sebab seluruh proses pendampingan siswa maupun perencanaan pembangunan fisik dikawal secara bertahap dan transparan hingga gedung anyar resmi beroperasi kembali.

Red/JN