BEKASI, Jaringannasional.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertransformasi melalui sistem waralaba (franchise). Langkah ini disiapkan agar UMKM lokal mampu menangkap peluang ekonomi dari rencana transformasi kawasan Bantar Gebang menjadi kota satelit modern.
Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar, menyatakan bahwa model waralaba bukan sekadar alat menarik investor, melainkan mekanisme untuk mengubah pola pikir UMKM dalam membangun usaha yang bersistem dan terstandarisasi.
”UMKM jangan hanya berpikir bagaimana berjualan hari ini. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun usaha yang memiliki sistem dan bisa dikembangkan,” ujar Qadar Ruslan—yang akrab disapa Bang QRS—saat meninjau lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantar Gebang, Kamis (23/7/2026).
Mendorong Kemitraan Melalui Waralaba
Untuk merealisasikan gagasan tersebut, KADIN Kota Bekasi melalui Wakil Ketua Aji Ali Sabana merancang program pameran dan promosi di pusat-pusat perdagangan, seperti Grand Galaxy Park (GGP) Kota Bekasi.
Melalui kegiatan pameran dan business matching ini, UMKM tidak hanya memajang produk, tetapi juga menguji respons pasar, membangun identitas merek, hingga mempertemukan mereka dengan calon investor. KADIN menilai sistem waralaba menjadi jembatan agar bisnis lokal yang laris dapat direplikasi dan memperluas jaringan usaha.
Menangkap Peluang Pertumbuhan Bantar Gebang
Strategi penguatan UMKM ini berjalan seiring dengan rencana Pemerintah Kota Bekasi yang berambisi mengubah citra Bantar Gebang dari tempat pembuangan sampah menjadi kota satelit modern dan ramah lingkungan.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menargetkan kawasan Bantar Gebang terintegrasi dengan fasilitas modern seperti ruang terbuka hijau, lapangan olahraga, hingga area komersial pasca-beroperasinya PSEL pada 2028 mendatang.
”Melalui proyek PSEL ini, kami ingin Bantar Gebang bukan lagi dikenal karena gunungan sampahnya, tetapi menjadi kawasan yang modern dan bisa dinikmati generasi mendatang,” ungkap Tri.
Menanggapi visi Pemkot Bekasi, KADIN menegaskan pentingnya keterlibatan pelaku usaha lokal agar tidak sekadar menjadi penonton di tengah derasnya investasi besar. Transformasi Bantar Gebang dipastikan akan melahirkan kebutuhan baru di sektor perdagangan, kuliner, jasa, transportasi, hingga logistik.
”Pembangunan harus menciptakan ekosistem. Ada investasi besar, ada proyek strategis, tetapi pelaku usaha lokal juga harus memiliki kesempatan untuk berkembang,” tegas Bang QRS.
KADIN Kota Bekasi berkomitmen untuk terus membekali pelaku UMKM dengan kemampuan pengelolaan standar operasional (SOP), penguatan merek, dan sistem kemitraan agar siap masuk ke dalam rantai ekonomi baru kawasan tersebut.*(Red/JN)













