JARINGANNASIONAL.COM , PALEMBANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan vokasi Sumatera Selatan. Tim Robotik SMK Negeri 2 Palembang sukses mengharumkan nama Provinsi Sumatera Selatan dengan meraih Juara III pada bidang Autonomous Mobile Robotics dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026.
Capaian tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan kontingen SMK Sumatera Selatan yang mampu menembus peringkat enam nasional, sebuah peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Keberhasilan itu sekaligus membuktikan bahwa siswa-siswa SMK di Sumatera Selatan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kepala SMK Negeri 2 Palembang, H. Suparman, S.Pd., M.Si., mengaku bangga atas perjuangan dan dedikasi para siswa serta guru pembimbing yang telah membawa nama baik sekolah dan Sumatera Selatan di tingkat nasional.
“Saya sangat bangga kepada anak-anak kami yang telah mengharumkan nama SMK Negeri 2 Palembang sekaligus Provinsi Sumatera Selatan. Berkompetisi di tingkat nasional tentu bukan hal yang mudah karena seluruh peserta merupakan siswa-siswa terbaik dari daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada tim robotik, khususnya guru pembimbing Kemas Atin, yang telah bekerja keras mempersiapkan peserta hingga mampu meraih prestasi membanggakan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan siswa agar mampu meraih hasil yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.
“Alhamdulillah tahun ini Sumatera Selatan berhasil berada di peringkat enam nasional. Harapan kami ke depan tentu bisa menembus lima besar nasional. Kami juga sudah mulai menyiapkan regenerasi tim robotik melalui proses seleksi siswa-siswa terbaik agar prestasi ini terus berlanjut bahkan semakin meningkat,” katanya.
Prestasi itu diraih oleh dua siswa SMKN 2 Palembang, Muhammad Dhanis dan Faeyza Shabirah, yang merupakan siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Elektronika Industri.
Bagi keduanya, perjuangan menuju panggung nasional bukanlah proses yang singkat. Mereka harus menjalani latihan intensif selama berbulan-bulan untuk menyempurnakan kemampuan dalam merancang, merakit, hingga memprogram robot sesuai standar kompetisi nasional.
Muhammad Dhanis dan Faeyza Shabirah mengaku sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari tim yang berhasil mengharumkan nama Sumatera Selatan.
“Rasanya sangat senang. Dari Sumatera Selatan hanya beberapa sekolah yang berhasil meraih juara, dan Alhamdulillah tim robotik SMKN 2 Palembang menjadi salah satunya. Kami berlatih sangat intensif sejak bulan Mei dengan bimbingan penuh dari guru pembimbing,” ungkapnya.
Dalam kompetisi tersebut, sebanyak 15 provinsi mengikuti cabang Autonomous Mobile Robotics. Seluruh peserta dituntut mampu menyelesaikan berbagai tantangan menggunakan robot yang telah dirancang sesuai ketentuan lomba.
Menurut Dhanis dan Faeyza , robot yang mereka kembangkan harus mampu menyelesaikan setiap misi secara otomatis sesuai soal yang diberikan panitia.
Ia berharap semakin banyak siswa yang tertarik mendalami bidang robotika karena teknologi akan menjadi kebutuhan utama di masa depan.
“Robotik memiliki masa depan yang sangat besar. Teknologi berkembang sangat cepat sehingga generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan tersebut. Kami juga ingin berbagi pengalaman kepada adik-adik kelas agar mereka bisa melanjutkan perjuangan kami,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Sekolah, jajaran wakil kepala sekolah, guru, teman-teman, serta terutama guru pembimbing Kemas Atin yang selama proses persiapan terus memberikan dukungan, motivasi, dan doa.
Sementara itu, Guru Pembimbing Tim Robotik SMKN 2 Palembang, Kemas Atin, S.Pd.Gr., M.M., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh kedisiplinan dan kerja keras.
Menurutnya, persiapan menuju LKS Nasional telah dilakukan sejak tiga bulan sebelum perlombaan, bahkan ketika memasuki masa libur sekolah para siswa tetap menjalani latihan secara rutin.
“Meraih prestasi di tingkat nasional tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kami mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari. Selama tiga bulan penuh kami fokus latihan, termasuk saat libur sekolah, agar siswa benar-benar siap menghadapi persaingan nasional,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa kompetisi Autonomous Mobile Robotics memiliki tingkat kesulitan tinggi karena peserta harus menguasai berbagai aspek, mulai dari desain mekanik robot, sistem kelistrikan, sensor, pemrograman, hingga integrasi seluruh komponen agar robot dapat bekerja secara otomatis sesuai misi yang diberikan.
Selain itu, aturan perlombaan juga mengacu pada standar WorldSkills, sehingga bentuk robot, ukuran, spesifikasi, hingga mekanisme perlombaan telah ditentukan secara ketat.
“Seluruh peserta menggunakan standar yang sama sesuai regulasi WorldSkills. Karena itu kemampuan teknis, ketelitian, dan strategi menjadi faktor utama untuk meraih hasil terbaik,” katanya.
Kemas Atin menambahkan, dukungan penuh dari Kepala SMKN 2 Palembang, komite sekolah, serta seluruh keluarga besar sekolah menjadi salah satu kekuatan utama yang membangun kepercayaan diri tim selama mengikuti kompetisi.
“Alhamdulillah kami mendapatkan dukungan yang luar biasa dari kepala sekolah, komite, dan seluruh guru. Dukungan itu membuat kami semakin percaya diri menghadapi peserta terbaik dari berbagai provinsi,” ujarnya.
Keberhasilan meraih Juara III di tengah persaingan 15 provinsi dari Aceh hingga Papua menjadi bukti bahwa SMKN 2 Palembang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan di Pulau Jawa maupun daerah lainnya.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi dan robotika.
“Ke depan kami mengajak seluruh siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang robotik untuk bergabung bersama tim robotik SMKN 2 Palembang. Tunjukkan bahwa kita mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (Red/JN/DNL).













