KOTA BEKASI —jaringannasional.comDPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi mulai mematangkan langkah politik menuju Pemilu 2029. Tak sekadar menambah kekuatan di parlemen, partai berlambang bola dunia dan sembilan bintang itu juga menargetkan kader internalnya tampil dalam kontestasi eksekutif, baik sebagai wali kota maupun wakil wali kota.
Target tersebut mengemuka dalam kegiatan Orientasi Pengukuhan dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) DPC PKB Kota Bekasi yang digelar di Hotel Amaroossa, Bekasi Selatan, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan itu dihadiri Anggota DPR RI H. Sudjatmiko, Ketua DPW PKB Jawa Barat H. Syaiful Huda, Ketua DPC PKB Kota Bekasi Rizki Topananda, para anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, serta kader PKB se-Kota Bekasi.
Ketua DPC PKB Kota Bekasi Rizki Topananda menuturkan, partainya mematok target perolehan minimal tujuh kursi DPRD Kota Bekasi pada Pemilu 2029. Adapun target maksimal yang ingin dicapai mencapai 10 kursi.
Menurut Rizki, sasaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi PKB di lembaga legislatif sekaligus membuka peluang bagi partai untuk menempati posisi strategis di DPRD.
“Target minimal tujuh kursi. Target maksimal kita 10 kursi untuk se-Kota Bekasi,” tutur Rizki saat menjelaskan arah politik partainya.
Tak berhenti pada perolehan kursi parlemen, PKB Kota Bekasi juga membidik posisi pimpinan DPRD. Di ranah eksekutif, partai tersebut menargetkan kader terbaiknya dapat maju dalam pemilihan kepala daerah pada 2029.
Rizki menjelaskan, dorongan untuk menyiapkan kader sebagai calon wali kota atau wakil wali kota merupakan bagian dari arahan DPW PKB Jawa Barat yang dibahas dalam forum partai tersebut.
“Pada 2029, kita sudah harus mampu mengusung kader terbaik menjadi eksekutif, baik wali kota maupun wakil wali kota. Target di legislatif posisi ketua DPRD, sedangkan di eksekutif wali kota atau wakil wali kota,” ujarnya.
Meski demikian, Rizki belum menyebutkan nama kader yang akan dipersiapkan untuk kontestasi tersebut. Ia menegaskan, seluruh kader internal memiliki kesempatan yang sama untuk dipertimbangkan, dengan melihat rekam jejak perjuangan, kapasitas, dan peluang politik masing-masing.
“Semua kader punya hak yang sama. Tinggal kita lihat perjalanan perjuangannya, siapa yang lebih memungkinkan untuk didorong. Yang pasti, kader dari internal,” kata Rizki.
Melalui orientasi pengukuhan dan Muskercab ini, PKB Kota Bekasi berupaya menyelaraskan konsolidasi organisasi dengan agenda politik jangka panjang. Target tujuh hingga 10 kursi legislatif serta peluang menempatkan kader di kursi eksekutif menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kerja politik, penguatan basis dukungan, dan kesiapan kader menghadapi persaingan pada 2029.













