BNN dan Polri Bongkar Dua Jaringan Narkotika Internasional, 2,36 Ton Barang Bukti Disita

SUMATERA | jaringannasional.com — Aparat gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, serta Bea dan Cukai membongkar dua jaringan narkotika internasional melalui operasi di Sumatera Utara dan Aceh. Dalam dua pengungkapan tersebut, petugas menyita 1,16 ton ketamine dan 1,2 ton bruto sabu.

Pengungkapan yang disampaikan pada Jumat (23/10/2026) itu menjadi bagian dari upaya memutus rantai peredaran gelap narkotika yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda.

Dua operasi tersebut mengungkap modus kejahatan yang berbeda. Di Sumatera Utara, aparat menemukan ketamine seberat 1,16 ton dari kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan. Sementara di Pidie, Aceh, petugas membongkar laboratorium gelap narkotika dengan barang bukti sabu mencapai 1,2 ton bruto.

Besarnya jumlah narkotika yang disita memperlihatkan skala ancaman yang dihadapi aparat penegak hukum. Selain penyelundupan melalui jalur laut, keberadaan laboratorium ilegal juga menunjukkan adanya upaya memproduksi narkotika di dalam negeri untuk mendukung peredaran gelap.

BNN: Penyitaan Ketamine Berpotensi Selamatkan 5,8 Juta Jiwa

Dalam konferensi pers pengungkapan kasus ketamine di Pelabuhan Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara, Kepala BNN RI, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan penindakan tegas sekaligus koordinasi yang kuat antarlembaga.

Menurut Suyudi, penyitaan 1,16 ton ketamine tersebut diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Upaya ini juga diproyeksikan mencegah potensi biaya rehabilitasi hingga Rp116 triliun.

“Angka-angka fantastis ini merupakan bukti nyata betapa besarnya daya rusak sindikat internasional terhadap ketahanan nasional kita,” tegas Suyudi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peredaran narkotika bukan semata-mata persoalan kriminalitas, melainkan ancaman yang berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, masa depan generasi muda, dan ketahanan nasional.

Masyarakat Diminta Tidak Menutup Mata

Suyudi menekankan bahwa keberhasilan membongkar jaringan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan operasi aparat. Keterlibatan masyarakat juga diperlukan untuk mempersempit ruang gerak sindikat yang terus mencari celah dalam sistem pengawasan.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap indikasi peredaran narkotika di lingkungan masing-masing serta segera menyampaikan informasi yang relevan kepada aparat berwenang.

“Jangan pernah menganggap ancaman narkotika sebagai persoalan yang jauh dari kita. Sindikat akan selalu mencari celah kelengahan di lingkungan kita. Oleh karena itu, setiap informasi, kecurigaan di lapangan, dan kepedulian masyarakat adalah mata dan telinga yang menjadi bagian dari pertahanan bangsa kita,” ungkapnya.

Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkotika memerlukan partisipasi bersama. Kewaspadaan warga dapat membantu aparat mendeteksi aktivitas mencurigakan lebih dini, sementara penegakan hukum yang konsisten diperlukan untuk membongkar jaringan hingga ke pihak-pihak yang berada di balik bisnis ilegal tersebut.

Perkuat Sinergi, Putus Mata Rantai Peredaran Narkotika

BNN bersama Polri dan Bea dan Cukai berkomitmen memperkuat koordinasi untuk mengungkap jaringan, menggagalkan penyelundupan, serta menindak aktivitas produksi narkotika ilegal.

Dua pengungkapan di Sumatera Utara dan Aceh menjadi gambaran pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menghadapi kejahatan narkotika yang memiliki jaringan dan modus operasional beragam.

Melalui semangat War on Drugs for Humanity, BNN menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya berorientasi pada penindakan pelaku, tetapi juga pada perlindungan masyarakat dan penyelamatan generasi bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pengungkapan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menelusuri jaringan yang terlibat, mempersempit jalur peredaran, dan mencegah narkotika kembali menjangkau masyarakat.

Sumber: BNN

Jaringannasional.com — Akurat, Terpercaya, untuk Indonesia.