BEKASI | jaringannasional.com — Gerakan Pramuka Kota Bekasi dituntut melakukan pembaruan pola pembinaan agar semakin relevan dengan karakter dan kebutuhan generasi muda di tengah dinamika kehidupan perkotaan. Tantangan tersebut menjadi salah satu pekerjaan penting bagi Kak Arwani, S.Sos., M.Si., yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bekasi masa bakti 2026–2031.
Arwani terpilih dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VII Gerakan Pramuka Kota Bekasi yang berlangsung di Bekasi Convention Centre, Kota Bekasi, pada Selasa (27/10/2026). Forum organisasi tersebut dihadiri 12 utusan Kwartir Ranting (Kwarran) dan delapan utusan Satuan Karya (Saka) Pramuka se-Kota Bekasi.
Arwani yang juga menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi diharapkan mampu membawa Gerakan Pramuka semakin berkembang melalui penguatan organisasi, peningkatan prestasi, dan inovasi program pembinaan.
Namun, kepemimpinan baru tersebut juga dihadapkan pada tantangan untuk memastikan kegiatan kepramukaan tetap diminati anak-anak, remaja, dan pemuda di tengah perubahan pola interaksi sosial serta perkembangan zaman.
Pembinaan Pramuka Harus Menjawab Tantangan Perkotaan
Tokoh Pramuka Kota Bekasi, Kak Hifdzuddin Maemunandar yang akrab disapa Kak Endar, menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menentukan arah pembinaan kepramukaan untuk lima tahun mendatang.
Menurutnya, terdapat sejumlah agenda strategis dalam Muscab, mulai dari penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, penyusunan rencana kerja, hingga pemilihan ketua baru.
“Muscab merupakan amanah organisasi yang wajib dilaksanakan. Di dalamnya terdapat agenda penting, mulai dari laporan pertanggungjawaban pengurus lama, penyusunan rencana kerja strategis untuk kepengurusan baru, hingga pemilihan ketua,” ujar Kak Endar.
Ia menilai, karakter masyarakat perkotaan seperti Kota Bekasi menuntut Gerakan Pramuka menghadirkan pendekatan pembinaan yang lebih adaptif. Kegiatan kepramukaan perlu dikemas secara kreatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasar kepramukaan.
Karena itu, kepengurusan Kwarcab yang baru diharapkan tidak hanya melanjutkan program yang telah berjalan, tetapi juga mampu mengevaluasi dan mengembangkan pola pembinaan agar semakin efektif dalam membentuk karakter peserta didik.
Capaian prestasi yang telah diraih selama ini juga perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui perencanaan yang terarah, sekaligus diselaraskan dengan visi dan misi pembangunan Pemerintah Kota Bekasi.
‘Pramuka Kota Bekasi Keren’ Jangan Berhenti pada Slogan
Kak Endar menilai, jargon Pramuka Kota Bekasi Keren dapat menjadi identitas sekaligus sarana untuk memperkuat daya tarik Gerakan Pramuka di kalangan generasi muda.
Meski demikian, slogan tersebut harus diikuti program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat. Keberhasilan organisasi, menurutnya, perlu diukur dari kualitas pembinaan, perkembangan karakter anggota, serta kontribusi yang dihasilkan melalui kegiatan kepramukaan.
“Program kerja strategis Pramuka Kota Bekasi harus berdampak pada pembangunan sumber daya manusia. Secara khas, Gerakan Pramuka hadir untuk membina karakter generasi muda melalui kegiatan yang menarik dan menantang,” ungkapnya.
Pembinaan kepramukaan diharapkan mampu memperkuat nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, integritas, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan sosial dan tantangan kehidupan di lingkungan perkotaan.
Dengan demikian, pembaruan program tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan popularitas organisasi, tetapi juga memastikan Gerakan Pramuka tetap menjadi ruang pendidikan karakter yang relevan bagi generasi muda.
Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan Pramuka
Selain inovasi program, Kak Endar menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur organisasi dalam mendukung keberhasilan kepengurusan baru.
Menurutnya, Gerakan Pramuka sebenarnya telah memiliki berbagai instrumen pembinaan karakter. Tantangan berikutnya adalah memastikan instrumen tersebut dijalankan secara optimal melalui program yang terencana, konsisten, dan berkelanjutan.
Ia meyakini, kepemimpinan Arwani memiliki peluang untuk mendorong kemajuan Pramuka Kota Bekasi. Namun, keberhasilan tersebut tidak dapat hanya bertumpu pada ketua dan jajaran pengurus Kwarcab.
Dukungan Kwartir Ranting, Satuan Karya, serta seluruh unsur Gerakan Pramuka diperlukan agar program pembinaan dapat menjangkau lebih banyak generasi muda. Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya juga dinilai penting untuk memperkuat pelaksanaan kegiatan dan pengembangan organisasi.
“Pengabdian ketua dan pengurus ke depan tidak bisa hanya dilakukan oleh Kwarcab. Kerja besar ini harus menjadi gerakan gotong royong seluruh Pramuka Kota Bekasi. Dukungan seluruh stakeholder, khususnya Pemerintah Kota Bekasi, juga sangat penting untuk menentukan keberhasilan organisasi dan pembinaan kepramukaan,” tegas Kak Endar.
Ia turut menyoroti peran Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Bekasi. Dukungan pemerintah daerah dinilai sebagai modal penting untuk memperkuat pembinaan, meningkatkan kapasitas organisasi, serta memperluas jangkauan kegiatan kepramukaan.
Momentum Pembaruan Organisasi
Muscab VII diharapkan menjadi titik awal bagi penguatan tata kelola organisasi dan pembaruan program kerja Gerakan Pramuka Kota Bekasi selama masa bakti 2026–2031.
Kepengurusan di bawah kepemimpinan Arwani dihadapkan pada harapan untuk menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan terobosan yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Tantangan tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mampu menerjemahkan visi organisasi menjadi program terukur, memperkuat koordinasi antarjenjang, serta membangun kemitraan dengan pemerintah dan masyarakat.
Melalui pembinaan yang adaptif dan kolaborasi berkelanjutan, Gerakan Pramuka Kota Bekasi diharapkan semakin berperan dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berintegritas, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.
Red/jn/nzr












