Kawung Tilu Jadi Ikon Desa Wisata, Bupati Bekasi Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal

CIKARANG TIMUR | jaringannasional.com — Kabupaten Bekasi terus mengembangkan potensi pariwisata berbasis alam, budaya, dan kearifan lokal. Salah satu destinasi yang menjadi perhatian adalah Wisata Kawung Tilu di Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur.

Kampung Ciranggon memiliki catatan tersendiri dalam sejarah pengembangan pariwisata Kabupaten Bekasi. Wilayah ini menjadi desa pertama yang memperoleh Surat Keputusan (SK) Penetapan Desa Wisata.

Keunggulan Kawung Tilu tidak hanya terletak pada suasana alam pedesaan yang masih asri, tetapi juga kehidupan masyarakat agraris, aktivitas pertanian, kuliner khas daerah, serta tradisi budaya yang tetap dipertahankan.

Potensi tersebut kembali diperkenalkan melalui pagelaran seni dan budaya yang berlangsung di kawasan Wisata Kawung Tilu, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kabupaten Bekasi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi melihat perpaduan budaya Sunda dan Betawi sebagai salah satu kekuatan pariwisata daerah. Akulturasi budaya antara wilayah selatan dan utara Kabupaten Bekasi menghadirkan karakter lokal yang khas dan menjadi potensi untuk dikembangkan.

Selain itu, kehidupan sosial masyarakat yang masih menjunjung tinggi gotong royong serta tradisi agraris dinilai memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan dari kawasan perkotaan.

Dukungan akses jalan, keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta produk kuliner dan cinderamata lokal juga menjadi faktor pendukung pengembangan destinasi tersebut.

Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menegaskan, pengembangan desa wisata tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik maupun keindahan tempat wisata. Lebih dari itu, identitas budaya dan kehidupan masyarakat setempat harus menjadi bagian utama yang dijaga.

“Pengembangan desa wisata harus mampu mempertahankan tradisi, budaya, serta kehidupan sosial masyarakat yang menjadi daya tarik utamanya,” ujar Asep saat menghadiri pagelaran seni budaya di Kawung Tilu.

Menurutnya, keberadaan desa wisata diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama melalui kegiatan pariwisata yang membuka peluang usaha dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

Pagelaran seni budaya yang diselenggarakan secara rutin juga diharapkan menjadi ruang bagi pelaku seni tradisional untuk mempertahankan eksistensinya sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda dan wisatawan.

Di sisi lain, keterlibatan UMKM dalam aktivitas wisata menjadi salah satu upaya memperluas manfaat ekonomi. Kehadiran pengunjung diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk lokal, mulai dari kuliner hingga berbagai kerajinan dan cinderamata.

Melihat potensi Kampung Ciranggon, Pemkab Bekasi berencana mengembangkan konsep serupa di desa-desa lain yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal.

Rencana pengembangan tersebut akan dirumuskan melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), sehingga program desa wisata dapat disusun secara terarah dan disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.

Pengembangan Kawung Tilu diharapkan tidak sekadar memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat desa, pelestarian budaya, dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bekasi.

Red/jn