JAKARTA | jaringannasional.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini melalui edukasi kepada 99 siswa SDIT Insan Mandiri. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pusat BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (21/10/2026).
Kunjungan edukatif ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya narkoba sekaligus membangun kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjauhi perilaku berisiko.
Dalam rangkaian kegiatan, para siswa diajak mengunjungi Museum Antinarkotika BNN. Mereka diperkenalkan dengan berbagai informasi mengenai upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).
Selain mengenal peran BNN dalam memerangi narkoba, para siswa juga melihat beragam produk kerajinan tangan hasil pembinaan masyarakat melalui program pemberdayaan yang dijalankan lembaga tersebut.
Agenda dilanjutkan dengan penyuluhan di Ruang Rapat Moh. Hatta yang disampaikan Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN, Wenny Juanita. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan risiko penyalahgunaan narkotika, pentingnya menjaga kesehatan, serta perlunya membangun karakter positif agar anak-anak mampu menghadapi pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.
Materi edukasi juga mencakup bahaya rokok elektrik atau vape. Para siswa diberikan pemahaman bahwa penggunaan vape tidak bebas risiko karena cairannya dapat mengandung nikotin dan zat lain yang berpotensi membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.
Melalui penyuluhan tersebut, BNN mendorong siswa agar mampu mengenali perilaku berisiko, berani menolak ajakan yang merugikan, serta membiasakan diri mengambil keputusan yang mendukung kesehatan dan masa depan mereka.
BNN menilai perlindungan anak dari ancaman narkotika tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama berkelanjutan antara keluarga, sekolah, dan pemerintah agar pesan pencegahan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi sejak dini diharapkan menjadi salah satu langkah membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan tangguh menghadapi ancaman narkoba. Upaya ini sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Red/jn. *Humas BNN












