Hari Santri di Bekasi Diisi Salat Istisqa, KH Hasan Basri: Mengetuk Langit, Menanam Takwa

KOTA BEKASI —jaringannasional.comMemperingati Hari Santri, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Wathoniyah 22 dan Al-Hasaniyah menggelar salat istisqa di gedung sekolah Al-Wathoniyah, Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter santri.

Pimpinan YPI Al-Wathoniyah, KH. Hasan Basri, menuturkan, peringatan Hari Santri yang semestinya dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026) akhirnya digeser ke Jumat agar dapat dirangkaikan dengan pelaksanaan salat istisqa.

“Semestinya Hari Santri dilaksanakan kemarin, tanggal 22 Oktober. Namun, pelaksanaannya dibatalkan karena berbenturan dengan rencana kita melaksanakan salat istisqa. Jadi, Hari Santri Yayasan Al-Wathoniyah dan Al-Hasaniyah diadakan pada tanggal 23 Oktober, sekaligus kita mengadakan salat istisqa,” tutur KH. Hasan Basri.

Ia berharap, melalui salat istisqa dan munajat bersama, doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan Allah SWT, terutama di tengah harapan masyarakat agar hujan kembali turun.

“Harapan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, setelah cukup lama bumi Indonesia tidak diturunkan hujan, semoga melalui istisqa ini munajat kita senantiasa dikabulkan. Mudah-mudahan Negara Republik Indonesia yang diharapkan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.

Menurut KH. Hasan Basri, peringatan Hari Santri bukan semata-mata agenda seremonial, melainkan momentum untuk membiasakan peserta didik menjalankan ibadah dan menanamkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, yayasan membangun kebiasaan religius melalui sejumlah kegiatan rutin, di antaranya salat duha, tadarus Al-Qur’an sebelum pembelajaran, pesantren kilat pada bulan suci Ramadan, serta kegiatan mabit yang diselenggarakan setiap bulan.

“Kita membiasakan santri-santri untuk melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan ibadah. Mereka diwajibkan salat duha, kemudian sebelum masuk kelas melaksanakan tadarus Al-Qur’an. Saat Ramadan juga diadakan pesantren kilat, dan setiap bulan ada kegiatan mabit,” kata KH. Hasan Basri.

Ia menambahkan, pembiasaan tersebut bertujuan mendidik anak-anak agar memahami ajaran agama, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta berbakti kepada kedua orang tua.

KH. Hasan Basri juga berharap seluruh upaya yang dijalankan bersama para guru dapat membawa keberkahan bagi perkembangan YPI Al-Wathoniyah dan Al-Hasaniyah pada masa mendatang.

“Mudah-mudahan apa yang kami bersama seluruh guru laksanakan, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengijabah dan membawa barokah dalam kehidupan Yayasan Pendidikan Al-Wathoniyah Al-Hasaniyah ke depan,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan salat istisqa yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Santri, yayasan tersebut berupaya mempertemukan nilai spiritual dengan pendidikan karakter. Doa dipanjatkan untuk memohon hujan, sementara pembiasaan ibadah terus diperkuat sebagai bagian dari ikhtiar membentuk generasi yang beriman, berakhlak, dan berbakti kepada orang tua.