Pelopor Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid, DKM Baitul Makmur Finalisasi Program Z-AUTO Bersama BAZNAS RI

BEKASI | jaringannasional.com — Upaya mendorong kemandirian ekonomi umat berbasis rumah ibadah mulai diwujudkan melalui kolaborasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Makmur dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Kedua pihak memfinalisasi rencana pelaksanaan Program Z-AUTO MASJID, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan usaha bengkel sepeda dan sepeda motor berbasis masjid.

Pertemuan finalisasi program tersebut berlangsung pada Kamis (8/10/2026) di Sekretariat DKM Masjid Baitul Makmur. Program ini dikembangkan melalui sinergi BAZNAS RI dan Bengkel Wakaf Masjid Baitul Makmur sebagai upaya mengoptimalkan potensi masjid dalam mendukung peningkatan kesejahteraan jemaah dan masyarakat sekitar.

Program Z-AUTO MASJID di Masjid Baitul Makmur dirancang sebagai proyek percontohan bengkel sepeda dan sepeda motor berbasis masjid yang diklaim menjadi yang pertama di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi umat yang dapat dikembangkan lebih luas melalui pengelolaan usaha produktif di lingkungan rumah ibadah.

Kehadiran program tersebut sekaligus memperluas peran masjid, tidak hanya sebagai pusat kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pengembangan usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam skema kerja sama yang direncanakan, BAZNAS RI akan memberikan dukungan berupa permodalan dan pelatihan, sedangkan DKM Masjid Baitul Makmur mengintegrasikan nilai-nilai wakaf dalam pengembangan dan pengelolaan usaha bengkel tersebut.

Melalui dukungan tersebut, pengelolaan bengkel diharapkan dapat berjalan secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi penerima program. Selain membuka peluang kerja baru, usaha ini diharapkan menjadi sarana peningkatan keterampilan sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif di lingkungan masjid.

Kolaborasi ini juga menjadi salah satu upaya menghubungkan potensi zakat dan wakaf dengan kegiatan ekonomi riil. Dengan pengelolaan yang tepat, kedua instrumen sosial keagamaan tersebut berpeluang memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga melalui pengembangan usaha yang produktif.

Meski demikian, keberhasilan program akan sangat bergantung pada kesiapan operasional, kompetensi pengelola, tata kelola keuangan, serta keberlanjutan usaha setelah program berjalan. Karena itu, pelaksanaan dan evaluasi secara berkala menjadi bagian penting agar tujuan pemberdayaan dapat tercapai secara terukur.

Melalui Program Z-AUTO MASJID, DKM Baitul Makmur dan BAZNAS RI berharap masjid dapat semakin berperan sebagai pusat pemberdayaan umat. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi jemaah, tetapi juga membuka akses ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar Masjid Baitul Makmur.

Red/jn