Perkuat Toleransi Sejak Dini, FPK Kabupaten Bekasi Sosialisasikan Persatuan kepada Pelajar

TAMBUN UTARA | jaringannasional.com — Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bekasi terus memperkuat upaya menanamkan nilai persatuan dan nasionalisme di tengah keberagaman masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi kebangsaan kepada pelajar SMP Negeri 5 Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, serta memperkuat integrasi kebangsaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Ketua FPK Kabupaten Bekasi, KH Ahmad Ghufron, menegaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan menumbuhkan rasa kebangsaan, kesetaraan, dan nasionalisme di kalangan pelajar.

Menurutnya, pemahaman mengenai keberagaman perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu menghargai perbedaan suku, budaya, dan latar belakang sosial sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.

“Tujuannya adalah menumbuhkan rasa kebangsaan, kesetaraan, dan nasionalisme,” ujar Ahmad Ghufron.

Tanamkan Persatuan Sejak Bangku Sekolah

FPK menilai pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) merupakan kelompok strategis dalam upaya pembentukan karakter kebangsaan. Pada fase tersebut, siswa mulai membangun jati diri, memperluas pergaulan, dan mengembangkan cara pandang terhadap lingkungan sosialnya.

Karena itu, penguatan nilai toleransi dan persatuan di lingkungan pendidikan dinilai penting untuk membangun sikap saling menghormati serta mencegah munculnya prasangka terhadap kelompok yang berbeda.

Kabupaten Bekasi sendiri menjadi tempat bertemunya masyarakat dari beragam daerah dan latar belakang budaya. Kondisi tersebut membutuhkan kesadaran bersama agar keberagaman menjadi kekuatan sosial, bukan sumber perpecahan.

Melalui sosialisasi ini, FPK mendorong pelajar untuk menerapkan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghargai teman yang berbeda suku, menjaga tutur kata, hingga membangun kerja sama tanpa membedakan asal-usul.

Dengan demikian, persatuan tidak berhenti sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi diwujudkan melalui perilaku dan interaksi sosial.

FPK Menjadi Ruang Pembauran Antar-Etnis

Forum Pembauran Kebangsaan merupakan wadah yang berperan mempertemukan berbagai unsur masyarakat untuk memperkuat kerukunan dan integrasi nasional.

Keberadaan FPK diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antar-etnis sekaligus mendorong tumbuhnya rasa saling percaya di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam menjalankan perannya, FPK mengedepankan kesetaraan dan kebersamaan, sehingga setiap kelompok masyarakat memiliki ruang untuk berinteraksi, berkontribusi, dan menjadi bagian dari kehidupan bersama.

Upaya tersebut dinilai semakin relevan seiring meningkatnya mobilitas penduduk dan pertemuan berbagai latar belakang budaya di Kabupaten Bekasi.

Tanpa pemahaman yang memadai, perbedaan berpotensi memunculkan kesalahpahaman. Sebaliknya, komunikasi dan sikap saling menghormati dapat menjadi modal untuk menjaga stabilitas sosial.

Dorong Integrasi Kebangsaan

Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi, Robert Suwandi, berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat memperkuat pemahaman generasi muda mengenai persatuan di tengah keberagaman.

Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran tentang integrasi kebangsaan dengan memahami keberadaan berbagai suku dan budaya yang hidup berdampingan di Kabupaten Bekasi.

“Harapannya, membangun pemahaman tentang persatuan dan integrasi kebangsaan di tengah keberagaman suku dan budaya yang ada di Kabupaten Bekasi,” ujar Robert.

Melalui kegiatan tersebut, FPK Kabupaten Bekasi berharap nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga menjadi bagian dari karakter generasi muda.

Penanaman nilai persatuan sejak bangku sekolah diharapkan dapat membentuk generasi yang mampu menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada akhirnya, keberagaman merupakan realitas yang harus dirawat bersama. Perbedaan asal daerah, suku, dan budaya tidak mengurangi kedudukan setiap warga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Dengan memperkuat pendidikan kebangsaan sejak dini, FPK Kabupaten Bekasi berupaya menanamkan benih persatuan agar tumbuh menjadi fondasi kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis.

(era_26/redpel)