Prabowo dan Presiden Mesir El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, dari Diplomasi hingga Kelautan

JAKARTA | jaringannasional.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi menyepakati empat kerja sama strategis dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026). Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kedua negara di bidang diplomasi, pelayanan keimigrasian, statistik, serta kelautan dan perikanan.

Pertemuan bilateral itu berlangsung dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden El-Sisi ke Indonesia. Selain membahas sejumlah agenda strategis, kedua pemimpin juga menegaskan pentingnya menjaga komunikasi antarpemerintah guna memperkuat kemitraan Indonesia dan Mesir ke depan.

Empat kesepakatan yang dihasilkan mencakup Nota Kesepahaman antara Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Luar Negeri Republik Arab Mesir mengenai Rencana Aksi Kemitraan Strategis.

Kesepakatan berikutnya berkaitan dengan pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik, paspor dinas, dan paspor khusus. Kedua negara juga menyepakati kerja sama di bidang statistik untuk mendukung pengembangan dan pertukaran pengetahuan dalam sektor tersebut.

Sementara itu, kesepakatan keempat mencakup kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dengan Republik Arab Mesir di bidang kelautan dan perikanan.

Kerja sama tersebut mencerminkan upaya kedua negara untuk memperluas hubungan bilateral melalui sejumlah sektor yang dinilai memiliki ruang pengembangan bersama.

Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan

Di luar penandatanganan kesepakatan, Prabowo dan El-Sisi turut membahas penguatan hubungan ekonomi serta peningkatan pertukaran pengetahuan dan keahlian di bidang kelautan dan perikanan.

Kedua negara juga menjajaki perluasan kolaborasi di industri pertahanan sebagai bagian dari agenda kerja sama strategis. Pembahasan ini melengkapi sejumlah bidang lain yang menjadi perhatian dalam hubungan bilateral Indonesia-Mesir.

Komitmen menjaga komunikasi antarpemerintah turut menjadi salah satu pokok pembahasan. Komunikasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai kesepakatan serta membuka peluang kerja sama baru di masa mendatang.

Dengan empat kesepakatan tersebut, hubungan Indonesia dan Mesir diarahkan tidak hanya pada penguatan diplomasi, tetapi juga pada perluasan kolaborasi lintas sektor yang mencakup ekonomi, statistik, kelautan dan perikanan, hingga industri pertahanan.

Informasi mengenai pertemuan bilateral dan kesepakatan tersebut disampaikan melalui rilis Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden.

Sumber: BPMI Setpres